Pustaka

Siaran Pers : Pencegahan Karhutla di Tengah Pandemi pada Musim Kemarau: Apa Peranan Paludikultur?

Pentingnya kerja sama dari berbagai pihak untuk mendorong diterapkannya paludikultur sebagai salah satu upaya mengurangi risiko karhutla. Hal ini akan berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim, pemenuhan pangan nasional, serta peningkatan kesehatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 .

Publikasi

Warta Konservasi Lahan Basah Vol 28 No.1, Maret 2020

Salam redaksi, Warta Konservasi Lahan Basah (WKLB) edisi kali ini hadir di hadapan para pembaca dalam suasana berbeda. Sebagian besar dari kita sedang bekerja dari […]

Publikasi

Flyer :  Penurunan muka tanah (subsiden)

Subsiden tanah atau dikenal juga dengan istilah amblesan merupakan fenomena turunnya permukaan tanah dibandingkan dengan titik referensinya. Kondisi ini marak terjadi di perkotaan pesisir, kawasan […]

Peta Jalan (Road Map) Mitigasi dan Adaptasi Amblasan (Subsiden) Tanah di Dataran Rendah Pesisir

Subsiden tanah merupakan “The Silent Killer” yang secara pelan-pelan namun pasti merusak dan bahkan menghilangkan suatu kawasan. Hasil penelitian menunjukkan laju rata-rata subsiden tanah di dataran rendah pesisir Indonesia bervariasi mulai dari 1-25 cm/tahun.

Photo credits: Visoot Uthairam (Flickr) Berita

Bertindaklah sekarang untuk membangun kembali ikatan antara manusia dan alam

Hari ini mungkin kita dapat bertahan hidup dengan ‘memutus rantai’ infeksi COVID-19, tetapi masa depan kita akan ditentukan oleh kemampuan untuk membangun kembali kedekatan kita […]

Warta Konservasi Lahan Basah Vol. 27 No. 4, Desember 2019

Hutan mangrove dengan segala manfaat ekologinya, memiliki peluang sangat besar untuk dikembangkan secara ekonomi. Kecenderungan pengelolaan kawasan ekosistem mangrove yang terkoneksi dengan kegiatan wisata, membuka […]

Berita

Paludikultur: Memanfaatkan lahan gambut agar selalu basah

Banyak pihak beranggapan bahwa ekosistem gambut produktifitasnya rendah, lahan marjinal dan tidak bisa diupayakan. Namun pada kenyataannya gambut mendukung pembangunan dan kehidupan masyarakat Indonesia karena fungsinya terkait regulasi air, penyimpan karbon, sumber kehidupan masyarakat, rumah keanekaragaman hayati dan mengurangi bencana hidrometeorologi

Berita

Paludikultur: karena cerita pilu di lahan gambut tak mau terulang lagi

Untuk menghentikan kerusakan gambut yang lebih parah dan terus menerus, maka diperlukan perubahan mendasar pola pengelolaan gambut, tanpa melibatkan, atau setidaknya meminimalisir proses drainase. Paludikultur adalah salah satu pilihan pengelolaan yang dianjurkan.

Flyer Canal Blocking

Konversi hutan/lahan gambut yang merubah karakteristik gambut, adalah awal dari kerusakan dan kehancuran ekosistem gambut. Pemenuhan kebutuhan komoditas non-gambut yang dipaksakan untuk diterapkan di lahan […]

Flyer Hybrid Engineering

Kawasan pesisir merupakan ekosistem yang dinamis dan mempunyai keanekaragaman hayati yang beragam dan saling berinteraksi. Sebagai tempat pertemuan antara daratan dan lautan, Kawasan pesisr menjadi […]