Water Impact Week Festival Soroti Pentingnya Kolaborasi untuk Masa Depan Air Indonesia
Water Impact Week Festival merupakan perayaan 25 tahun kolaborasi Indonesia dan Belanda dalam pengelolaan sumber daya air untuk menjawab tantangan krisis air yang semakin meningkat. Perubahan iklim, urbanisasi, polusi, serta eksploitasi air tanah yang berlebihan diidentifikasi sebagai faktor utama yang mendorong meningkatnya kerawanan air dan hilangnya lahan basah. Melalui kegiatan ini, ditekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, generasi muda, sektor swasta, dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya perlindungan sumber daya air di Indonesia.
Festival yang diselenggarakan pada Senin (04/05/2026) tersebut menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya pameran dan talkshow dengan keynote speaker Retno Marsudi, United Nations Special Envoy on Water. Talkshow juga menghadirkan sejumlah narasumber ahli, yakni Ivo van der Linden (Delegated Representative of Water), Dr. Arie Setiadi Moerwanto (Executive Chair of the Indonesia–Netherlands Water Partnership), Prof. Dr. Ing. Wiwandari Handayani (Head of Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro), serta Isten Sweno Tamba (Alumni Representative sekaligus Business Development Manager – Climate & Nature PT Fugro Indonesia).
Dalam pidato kuncinya, Retno Marsudi mengungkapkan bahwa ratusan juta hektare lahan basah telah hilang dan hampir seperempat populasi dunia terpapar kondisi kekeringan. Kondisi tersebut menggarisbawahi perlunya percepatan aksi nyata dalam pengelolaan dan perlindungan air.

“Program bilateral Indonesia–Belanda menghadirkan pertukaran pengetahuan praktis, pengembangan kapasitas, serta proyek bersama di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung pencegahan banjir, pengelolaan pesisir dan daerah aliran sungai (DAS), serta ketahanan pangan dan air. Solusi berbasis alam dan infrastruktur hijau direkomendasikan untuk berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur, dengan pendekatan pengelolaan terpadu dari hulu hingga hilir,” ujar Retno.
Retno juga menegaskan bahwa isu air harus diintegrasikan ke dalam seluruh agenda pembangunan, mulai dari tata ruang, ketahanan pangan, hingga kesehatan. Ia menekankan pentingnya pendekatan whole-of-society dengan melibatkan perempuan, generasi muda, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil dalam proses perancangan hingga implementasi kebijakan secara bersama-sama.

Wetlands International Indonesia turut mendukung kegiatan ini melalui partisipasi dalam pameran bersama berbagai organisasi non-pemerintah dan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan serta perlindungan sumber daya air di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai sektor.
Melalui pamerannya, Wetlands International Indonesia membagikan pengalaman penerapan Building with Nature Indonesia, sebuah pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan ekosistem beserta jasa lingkungannya ke dalam solusi rekayasa dan pengelolaan air. Pendekatan ini mendorong terciptanya perlindungan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.
