Straight to content

Warta Konservasi Lahan Basah Vol. 33 No. 1, Januari-Maret 2026

Published on:

Ada berita apa di edisi kali ini?

Woro Yuniati mencoba mengupas peran penting lahan basah terhadap perkembangan tradisi, budaya, dan peradaban masyarakat sejak ribuan tahun lalu. Pengetahuan tradisional yang telah teruji selama berabad-abad memberikan pelajaran penting bagi konservasi dan restorasi lahan basah modern. Mengintegrasikan pengetahuan tradisional dengan pendekatan ilmiah modern dapat menghasilkan strategi yang lebih efektif, kontekstual, dan mudah diterima oleh masyarakat.

Biopolitik, sebuah konsep hubungan antara kekuasaan, kehidupan, dan lingkungan, tersaji apik oleh Yus Rusila Noor. “Masa depan lahan basah tidak ditentukan oleh alam semata. Ia juga sangat dipengaruhi oleh keputusan manusia, dalam bentuk kebijakan pembangunan, tata kelola lahan, dan arah pembangunan ekonomi”, papar Yus.

Di halaman lain tulisan datang dari Onrizal, Ph.D. seorang dosen dan pakar di bidang ekologi hutan tropis dan konservasi keanekaragaman hayati, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara (USU), bertemakan ‘Mangrove Indonesia tak cukup dibaca dari pohonnya’. Studi terbaru menunjukkan large DNA viruses berperan dalam dinamika ekologi, termasuk siklus karbon dan nitrogen. Bagi Indonesia, tantangannya bukan hanya menjaga luas mangrove, tetapi memperdalam pemahaman ekosistemnya yang kompleks.

Informasi lainnya tentang kegiatan di lapangan juga tersaji di sini. Selamat membaca.

Downloads

Kontak :

Triana

Sr. Publication Officer