Straight to content

Story from The Field: Pelatihan Bandeng Cabut Duri di Desa Liagu, Bekali Ibu-Ibu Keterampilan dan Peluang Usaha

Published on:

Sebanyak 11 perempuan di Desa Liagu yang berusia antara 25-60 tahun telah mengikuti pelatihan pengolahan bandeng cabut duri yang diselenggarakan pada pukul 16.00 WITA di Dermaga Induk RT 02, Desa Liagu, Kalimantan Utara. Kegiatan ini bagian dari upaya pembentukan kelompok binaan Climate Smart Livelihood (CSL) Program NASCLIM yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi perikanan lokal.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mempraktikkan teknik mencabut duri ikan bandeng menggunakan bahan sebanyak 8,5 kilogram bandeng–sekitar 18 ekor ikan bandeng. Kegiatan ini didampingi secara langsung oleh fasilitator desa yang berpengalaman, sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan dari pengolahan ikan bandeng. 

Dokumentasi praktik pencabutan duri ikan bandeng oleh peserta perempuan di Desa Liagu. Photo credit: Rahmat Hidayat

Salah satu peserta, Nirmawati, mengaku sangat antusias selama mengikuti pelatihan. Nirmawati merupakan seorang anggota dari Suku Mandar, dengan pekerjaan sehari-hari sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Menurutnya, kegiatan ini merupakan program pertama di Desa Liagu yang memberikan pelatihan teknik bandeng cabut duri.

“Baru satu kali ini ada program terkait bandeng cabut duri yang masuk di Desa Liagu. Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan ilmu baru yang bisa digunakan di masa depan,” ujarnya.

Peserta dengan hasil praktik bandeng cabut duri di Desa Liagu. Photo credit: Rahmat Hidayat

Ia menambahkan bahwa keterampilan yang diperoleh tidak hanya berguna selama ia tinggal di Desa Liagu, tetapi juga dapat diterapkan jika suatu saat kembali ke kampung halamannya di Sulawesi Barat. 

“Kalau nanti saya pulang kampung ke Sulawesi Barat dan tidak lagi tinggal di Desa Liagu, ilmu ini tetap bisa saya manfaatkan. Di [Sulawesi Barat] sana juga banyak tambak, sehingga keterampilan ini bisa saya ajarkan kepada masyarakat di kampung,” tuturnya. “Dengan demikian, akan semakin banyak orang yang memiliki kemampuan mengolah bandeng cabut duri.”

Selain menambah wawasan dan keterampilan, Nirmawati juga melihat adanya peluang ekonomi dari usaha bandeng cabut duri. Menurutnya, hasil olahan bandeng cabut duri memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan bandeng biasa–di mana harga beli ikan bandeng sebesar Rp18.000 per kilogramnya, dengan harga jual ikan bandeng tanpa duri mencapai Rp35.000-40.000 per ekor. Hal inilah yang menjadi suatu potensi besar bagi sumber pendapatan tambahan untuk masyarakat. 

Peserta pelatihan bandeng cabut duri di Desa Liagu. Photo credit: Rahmat Hidayat

Melalui pelatihan ini, para peserta yang nantinya tergabung dalam kelompok binaan CSL Program NASCLIM diharapkan dapat mengembangkan keterampilan pengolahan hasil perikanan. Lebih lanjut, hasil pelatihan juga dapat menciptakan peluang usaha baru untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat Desa Liagu.

Artikel ini berdasarkan dokumentasi lapangan NASCLIM dari Desa Liagu, Kalimantan Utara, disusun oleh Rahmat Hidayat.