Edukasi Perlindungan Burung Air Migran dan Habitatnya di Pantai Cemara, Jambi
Pembangunan berkelanjutan harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Prinsip ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan CEPA (Communication, Education, Participation, and Awareness-raising) di Desa Sungai Cemara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, yang difasilitasi oleh Wetlands International Indonesia pada Senin, 1 Desember 2025. Desa ini merupakan anggota Forum Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Pantai Cemara dan berperan penting dalam pengelolalaan dan pelestarian kawasan tersebut.

Pantai Cemara, yang berstatus sebagai Kawasan Ekosistem Esensial, memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan menjadi lokasi penting bagi burung air migran di Pesisir Timur Pulau Sumatra. Hamparan lumpur (mudflat) di kawasan ini menjadi tempat mencari makan dan beristirahat bagi jenis burung tersebut. Potensi ini dapat dikembangkan sebagai wisata alam yang mendukung ekonomi masyarakat.

Dihadiri 41 masyarakat lokal, kegiatan berfokus pada konservasi burung air migran dan habitatnya. Agenda mencakup edukasi tentang burung migran, jalur terbang East Asian–Australasian Flyway (EAAF), fungsi ekosistem mudflat[1], serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap manfaat ekologis dan sosial burung migran. Diskusi juga mengajak warga berkomitmen menjaga kelestarian burung migran.

Kegiatan diawali dengan pengukuran tingkat pengetahuan masyarakat. Hasilnya menunjukkan pemahaman yang berimbang antara pengetahuan tentang burung migran dan pengelolaan mangrove. Antusiasme warga terlihat dalam diskusi mengenai pengelolaan potensi wisata berbasis burung migran. Masyarakat mengusulkan pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, homestay, dan menara pengamatan burung. Mereka juga menyarankan pembentukan kelompok masyarakat dan peraturan desa yang fokus pada perlindungan burung migran. Dukungan datang dari kelompok ibu-ibu PKK yang siap mengembangkan produk oleh-oleh berbahan mangrove, seperti keripik jeruju dan agar-agar.

Kegiatan ditutup dengan kesepakatan komitmen bersama masyarakat, meliputi menjaga kebersihan lingkungan, mempertahankan area mangrove dan KEE, melestarikan habitat burung migran, melindungi satwa burung migran dan berpartisipasi dalam pemulihan ekosistem yang terdampak abrasi.
Kegiatan CEPA di Desa Sungai Cemara menjadi langkah nyata membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem Pantai Cemara, demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
—————————————————————————————————————————————————–
[1] Mudflat adalah istilah yang merujuk pada hamparan lumpuryang terbentuk di daerah pesisir, muara sungai, atau teluk yang terlindung, yang berfungsi sebagai habitat penting bagi burung air migrasi, organisme bentik, dan biota pesisir lainnya.
Ditulis oleh :