Straight to content

Story from The Field: Pelatihan CPPB-IRT Bekali Kelompok Perempuan Desa Liagu dengan Pengetahuan Produksi Pangan yang Baik

Published on:

Pelatihan Cara Produksi Pangan yang Baik bagi Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT) telah dilaksanakan di Desa Liagu, Kalimantan Utara sebagai upaya meningkatkan kapasitas kelompok usaha pangan rumah tangga. Kegiatan tersebut diikuti oleh 13 orang ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok masyarakat dan memiliki minat dalam pengembangan usaha pengolahan pangan.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai tata cara produksi pangan yang baik, sehingga dapat menunjang keberhasilan kelompok dalam menjalankan kegiatan produksi secara aman, higienis, dan berkelanjutan. Pengetahuan tersebut dinilai penting sebagai fondasi dalam menghasilkan produk pangan yang berkualitas serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Materi pelatihan disampaikan oleh Irfan selaku narasumber dan Rahmat Hidayat selaku fasilitator desa di Desa Liagu. Dalam penyampaiannya, Irfan menjelaskan berbagai aspek penting dalam CPPB-IRT, seperti kebersihan tempat produksi, sanitasi peralatan, higiene personal, penanganan bahan baku, proses pengolahan yang benar, hingga pengemasan produk yang sesuai standar keamanan pangan.

Pelatihan CPPB-IRT di Desa Liagu. Photo credit: Rahmat Hidayat

Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai praktik produksi yang selama ini dilakukan serta tantangan yang dihadapi dalam pengembangan usaha kelompok. Melalui sesi diskusi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah yang perlu diterapkan agar proses produksi dapat berjalan secara efektif dan menghasilkan produk yang aman untuk dikonsumsi.

Salah satu peserta yaitu Eka Sasmita (26 tahun), dengan pekerjaan sehari-hari sebagai seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi kelompok. Menurutnya, selama ini proses pengolahan pangan masih dilakukan berdasarkan kebiasaan sehari-hari. Setelah mengikuti pelatihan, ia bersama anggota kelompok menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan tempat produksi, sanitasi peralatan, serta proses pengolahan dan pengemasan yang sesuai standar agar produk yang dihasilkan lebih aman, berkualitas, dan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan saat kelompok mulai mengembangkan usaha pengolahan pangan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi kelompok dalam mempersiapkan dan mengembangkan unit usaha pengolahan pangan yang akan dijalankan. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya penerapan CPPB-IRT, kelompok diharapkan mampu menerapkan standar produksi yang baik sehingga mendukung keberhasilan usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.

Pelatihan CPPB-IRT di Desa Liagu. Photo credit: Rahmat Hidayat

Artikel ini berdasarkan dokumentasi lapangan NASCLIM dari Desa Liagu, Kalimantan Utara, disusun oleh Rahmat Hidayat.