Straight to content

Story from The Field: Orientasi Lapangan dan Penguatan Pendampingan Budidaya Tambak AMA di Muara Pantuan

Published on:

Tim NASCLIM melaksanakan kegiatan orientasi lapangan dan kunjungan ke desa dampingan di Muara Pantuan, Kalimantan Timur. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pengenalan wilayah kerja bagi asisten teknis budidaya, Devi Susilo. Selain asisten teknis budidaya, turut terlibat pula Andi Darmawansyah (Staf Perikanan dan Budidaya), Ziaul Haq (Konsultan Ekonomi Berkelanjutan), Nor Hayati (Fasilitator Lapangan), serta anggota kelompok sekolah lapang yang menjadi mitra pendampingan program di tambak.

Tim fasilitator desa pada kegiatan orientasi lapangan di tambak AMA di Desa Sepatin. Photo credit: Andi Darmawansyah

Tujuan dari kegiatan orientasi ini ialah untuk memperkenalkan kondisi biofisik tambak, praktik budidaya yang sedang berjalan, serta peran dan dukungan kelompok dalam pengelolaan tambak berbasis mangrove atau Associated Mangrove Aquaculture (AMA) khususnya dalam pendokumentasian dan pencatatan dalam bentuk jurnal budidaya. Ke depannya, Devi Susilo sebagai asisten teknis akan mulai bertugas mendampingi dan mengawal aktivitas budidaya di lokasi. Lebih lanjut, koordinasi dengan kelompok dan fasilitator desa juga secara intensif terus dilakukan untuk memastikan proses monitoring dan pendampingan berjalan efektif.

Selain kegiatan pengenalan, tim melakukan identifikasi kebutuhan data dan persiapan kelompok untuk mendukung pelaksanaan monitoring budidaya secara berkala. Monitoring harian akan difokuskan pada parameter biofisik seperti salinitas, kecerahan, pH, dan kondisi substrat, sedangkan monitoring mingguan mencakup pertumbuhan udang dan ketersediaan pakan alami. Seterusnya, asisten teknis budidaya akan berkolaborasi dengan fasilitator desa dalam menciptakan ruang belajar yang partisipatif dan kontekstual guna mendukung penerapan budidaya sesuai standar Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) dan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), tanpa mengesampingkan aspek konservasi mangrove dan daya dukung lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan usaha tambak.

Ansyar pada kegiatan orientasi lapangan di tambak AMA di Desa Sepatin. Photo credit: Andi Darmawansyah

Menyambut kehadiran asisten teknis budidaya, Ansyar selaku pemilik tambak dan anggota Sekolah Lapang menyampaikan harapannya agar pendampingan ini dapat menjadi sarana belajar yang bermanfaat bagi kelompok. “Dengan adanya asisten teknis budidaya di lapangan, kami berharap bisa memperoleh lebih banyak ilmu, arahan, dan pencerahan mengenai teknik budidaya yang benar, terukur, serta sesuai dengan kondisi tambak kami. Dengan demikian, kami dapat meningkatkan hasil budidaya tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan mangrove yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di sini,” ungkapnya.

Artikel ini berdasarkan dokumentasi lapangan NASCLIM dari Desa Muara Pantuan, Kalimantan Timur, disusun oleh Andi Darmawansyah.