{"id":3652,"date":"2026-08-27T07:39:58","date_gmt":"2026-08-27T00:39:58","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?post_type=wl_blog&#038;p=3652"},"modified":"2026-08-27T07:39:59","modified_gmt":"2026-08-27T00:39:59","slug":"story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara","status":"publish","type":"wl_blog","link":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/","title":{"rendered":"Story from The Field: Belajar Pemupukan dan Kesuburan Peraian Bersama Sekolah Lapang NASCLIM di Sekatak Bengara"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebanyak 13 anggota Sekolah Lapang Pesisir (Coastal Field School\/CFS) didampingi tim Yayasan Lahan Basah (YLBA) dan narasumber Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Agustyo. Anggota dari Sekolah Lapang Pesisir mengikuti sesi lanjutan tentang pemupukan, identifikasi kesuburan perairan, identifikasi warna air, dan tindakan pengelolaan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah rangkaian pembelajaran sebelumnya tentang pembuatan Mikroorganisme Lokal (MoL) yang diadakan pada tanggal 16 Juli lalu, sehingga peserta mulai memahami keterkaitan antara pengelolaan tanah dan air tambak dengan pertumbuhan pakan alami bagi udang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-8-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3653\" srcset=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-8-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-8-300x169.jpeg 300w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-8-768x432.jpeg 768w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-8.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Dokumentasi Kegiatan Sekolah Lapang CFS di Sekatak Bengara, Kalimantan Utara. Photo credit: Andi Darmawansyah <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Agustyo sebagai narasumber dan pendamping di lapangan mengajak peserta untuk memahami bahwa tujuan pemupukan tidak saja memberi makan udang, tapi menyediakan unsur hara untuk menumbuhkan fitoplankton sebagai pakan alami. Hal ini untuk menjaga keseimbangan ekosistem tambak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pembelajaran tentang identifikasi kondisi tambak melalui warna air juga diberikan. Agustyo menuturkan, \u201cApabila terdapat air berwarna hijau muda atau hijau kecokelatan, pertanda kondisi yang ideal karena didominasi plankton yang bermanfaat. Sementara itu, air yang terlalu bening justru menunjukkan minimnya plankton sehingga produktivitas tambak menjadi rendah dan memerlukan tindakan pengelolaan yang tepat.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Farhan, salah satu petambak dari Suku Duri yang bergabung dalam Sekolah Lapang Pesisir berujar, &#8220;Kemarin kami diajarkan cara membuat MoL, saat ini menunggu proses fermentasi selesai agar kami bisa aplikasikan ke tambak. Selama ini juga, kami mengira air yang jernih itu bagus, ternyata justru menandakan pakan alaminya sedikit (plankton).&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-10-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3655\" srcset=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-10-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-10-300x169.jpeg 300w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-10-768x432.jpeg 768w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-10.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Dokumentasi Kegiatan Sekolah Lapang CFS di Sekatak Bengara, Kalimantan Utara. Photo credit: Andi Darmawansyah<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Pemahaman baru ini membuat peserta semakin menyadari bahwa pengelolaan kualitas air tidak hanya dilihat dari kejernihannya, tetapi juga dari keseimbangan biologis yang mendukung pertumbuhan udang.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui rangkaian materi yang saling terhubung, Sekolah Lapang mendorong petambak untuk mulai menerapkan pengelolaan tambak berdasarkan pengamatan dan pencatatan kondisi biofisik. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petambak dalam mengambil keputusan budidaya yang lebih tepat, adaptif, dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip Associated Mangrove Aquaculture (AMA) yang dikembangkan oleh Program NASCLIM.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kredit<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kisah ini berdasarkan dokumentasi lapangan NASCLIM dari Desa Sekatak Buji, Kalimantan Utara, disusun oleh&nbsp;<strong>Andi Darmawansyah<\/strong>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebanyak 13 anggota Sekolah Lapang Pesisir (Coastal Field School\/CFS) didampingi tim Yayasan Lahan Basah (YLBA) dan narasumber Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Agustyo. Anggota dari Sekolah Lapang Pesisir mengikuti sesi lanjutan tentang pemupukan, identifikasi kesuburan perairan, identifikasi warna air, dan tindakan pengelolaan.\u00a0 Ini adalah rangkaian pembelajaran sebelumnya tentang pembuatan Mikroorganisme Lokal (MoL) yang diadakan pada tanggal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"featured_media":3653,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ep_exclude_from_search":false,"editor_notices":[]},"wl_issue":[],"wl_topic":[],"wl_type":[],"class_list":["post-3652","wl_blog","type-wl_blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Story from The Field: Belajar Pemupukan dan Kesuburan Peraian Bersama Sekolah Lapang NASCLIM di Sekatak Bengara - Wetlands International Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Story from The Field: Belajar Pemupukan dan Kesuburan Peraian Bersama Sekolah Lapang NASCLIM di Sekatak Bengara - Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebanyak 13 anggota Sekolah Lapang Pesisir (Coastal Field School\/CFS) didampingi tim Yayasan Lahan Basah (YLBA) dan narasumber Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Agustyo. Anggota dari Sekolah Lapang Pesisir mengikuti sesi lanjutan tentang pemupukan, identifikasi kesuburan perairan, identifikasi warna air, dan tindakan pengelolaan.\u00a0 Ini adalah rangkaian pembelajaran sebelumnya tentang pembuatan Mikroorganisme Lokal (MoL) yang diadakan pada tanggal [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-27T00:39:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-8.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/blog\\\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/blog\\\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\\\/\",\"name\":\"Story from The Field: Belajar Pemupukan dan Kesuburan Peraian Bersama Sekolah Lapang NASCLIM di Sekatak Bengara - Wetlands International Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/blog\\\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/blog\\\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2026\\\/08\\\/image-8.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-08-27T00:39:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-27T00:39:59+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/blog\\\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/blog\\\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/blog\\\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2026\\\/08\\\/image-8.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2026\\\/08\\\/image-8.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/blog\\\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog\",\"item\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Story from The Field: Belajar Pemupukan dan Kesuburan Peraian Bersama Sekolah Lapang NASCLIM di Sekatak Bengara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"description\":\"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2024\\\/08\\\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2024\\\/08\\\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"width\":1920,\"height\":949,\"caption\":\"Wetlands International Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/facebook.com\\\/wetlandsinternationalindonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yayasanlahanbasah\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@yayasanlahanbasah\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Story from The Field: Belajar Pemupukan dan Kesuburan Peraian Bersama Sekolah Lapang NASCLIM di Sekatak Bengara - Wetlands International Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Story from The Field: Belajar Pemupukan dan Kesuburan Peraian Bersama Sekolah Lapang NASCLIM di Sekatak Bengara - Wetlands International Indonesia","og_description":"Sebanyak 13 anggota Sekolah Lapang Pesisir (Coastal Field School\/CFS) didampingi tim Yayasan Lahan Basah (YLBA) dan narasumber Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Agustyo. Anggota dari Sekolah Lapang Pesisir mengikuti sesi lanjutan tentang pemupukan, identifikasi kesuburan perairan, identifikasi warna air, dan tindakan pengelolaan.\u00a0 Ini adalah rangkaian pembelajaran sebelumnya tentang pembuatan Mikroorganisme Lokal (MoL) yang diadakan pada tanggal [&hellip;]","og_url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/","og_site_name":"Wetlands International Indonesia","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","article_modified_time":"2026-08-27T00:39:59+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-8.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/","name":"Story from The Field: Belajar Pemupukan dan Kesuburan Peraian Bersama Sekolah Lapang NASCLIM di Sekatak Bengara - Wetlands International Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-8.jpeg","datePublished":"2026-08-27T00:39:58+00:00","dateModified":"2026-08-27T00:39:59+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/#primaryimage","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-8.jpeg","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/image-8.jpeg","width":1280,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/story-from-the-field-belajar-pemupukan-dan-kesuburan-peraian-bersama-sekolah-lapang-nasclim-di-sekatak-bengara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog","item":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Story from The Field: Belajar Pemupukan dan Kesuburan Peraian Bersama Sekolah Lapang NASCLIM di Sekatak Bengara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","name":"Wetlands International Indonesia","description":"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.","publisher":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization","name":"Wetlands International Indonesia","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","width":1920,"height":949,"caption":"Wetlands International Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","https:\/\/www.instagram.com\/yayasanlahanbasah\/","https:\/\/www.youtube.com\/@yayasanlahanbasah"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_blog\/3652","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wl_blog"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"wl_issue","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_issue?post=3652"},{"taxonomy":"wl_topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_topic?post=3652"},{"taxonomy":"wl_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_type?post=3652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}