{"id":3719,"date":"2026-09-21T10:17:58","date_gmt":"2026-09-21T03:17:58","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?p=3719"},"modified":"2026-09-21T10:17:59","modified_gmt":"2026-09-21T03:17:59","slug":"gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/","title":{"rendered":"Gambut: Terbentuk Ribuan Tahun, Bisa Musnah Seketika"},"content":{"rendered":"\n<p>Gambut adalah rekaman panjang perjalanan sebuah ekosistem. Lapisan yang tampak sederhana, ternyata terbentuk melalui proses yang berlangsung ratusan hingga ribuan tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Di rawa yang tergenang, sisa vegetasi (daun, ranting, batang, kulit pohon, dan akar tumbuhan yang mati) tidak terurai sempurna, karena miskin oksigen yang memperlambat aktivitas mikroba pengurai. Material organik itu kemudian menumpuk, lapis demi lapis. Secara alami, penambahan bahan organik hanya sekitar 0,15\u20132 milimeter per tahun. Dengan laju yang sangat lambat tersebut, akumulasi sekitar satu milimeter per tahun dapat membentuk lapisan gambut setebal satu meter setelah 500 hingga 1.000 tahun atau lebih.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/IMG_3800-1.jpg-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3720\" srcset=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/IMG_3800-1.jpg-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/IMG_3800-1.jpg-300x200.jpeg 300w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/IMG_3800-1.jpg-768x512.jpeg 768w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/IMG_3800-1.jpg-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/IMG_3800-1.jpg-2048x1365.jpeg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DdbSzxgD1D1\/?img_index=1\">Mengenal gambut lebih dekat<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Air menjadi kunci dalam proses akumulasi tersebut. Genangan air menciptakan kondisi lingkungan miskin oksigen yang menghambat pembusukan bahan organik, sehingga terbentuklah gambut. Dalam kondisi alaminya, gambut memiliki kemampuan menahan air yang sangat tinggi menyerupai spons raksasa yang menjaga keseimbangan tata air ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ketika lahan gambut dikeringkan melalui drainase atau kanal, keseimbangan itu hilang. Air keluar dari pori-pori gambut dan digantikan oleh udara yang membawa oksigen. Mikroba kembali aktif menguraikan bahan organik, menyebabkan gambut&nbsp; menyusut, mengalami amblesan atau <em>subsidence<\/em>, melepaskan karbon dioksida, dan lahan gambut yang mengering tersebut menjadi sangat rawan terbakar.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DdIF0-Dj5lA\/?img_index=1\">Mengapa Kebakaran Gambut Sulit Padam?<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Pengeringan ekstrem&nbsp; menyebabkan gambut menjadi kering tak balik (<em>irreversible drying<\/em>). Struktur yang semula gembur dan mampu menyerap air berubah menjadi rapuh dan hidrofobik\u2014menolak air dan sulit menyerap air kembali, bahkan saat hujan deras.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi gambut yang kering, menjadikannya mudah terbakar apabila ada pemicunya (api). Ketika lahan gambut terkabar, api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga merambat ke dalam lapisan bawah melalui <em>smouldering combustion<\/em>\u2014pembakaran tanpa kobaran yang sulit dipadamkan dan menghasilkan asap pekat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"707\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/ChatGPT-Image-Sep-10-2026-12_49_51-PM-1024x707.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3721\" srcset=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/ChatGPT-Image-Sep-10-2026-12_49_51-PM-1024x707.png 1024w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/ChatGPT-Image-Sep-10-2026-12_49_51-PM-300x207.png 300w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/ChatGPT-Image-Sep-10-2026-12_49_51-PM-768x530.png 768w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/ChatGPT-Image-Sep-10-2026-12_49_51-PM.png 1510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketika satu meter gambut terbakar, yang hilang bukan sekadar (tanah) gambutnya. Ratusan hingga ribuan tahun sejarah ekosistem, cadangan karbon, kemampuan menyimpan air, dan struktur tanah dapat lenyap hanya dalam hitungan jam atau hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Dampak terbakarnya lahan gambut tidak hanya berupa hilangnya lapisan (tanah) gambut. Kebakaran juga menyebabkan berbagai fungsi ekologis gambut menjadi terganggu atau bahkan hilang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi hidrologi, gambut yang terbakar mengalami kerusakan struktur fisik secara permanen dan kehilangan kemampuan utamanya untuk menyimpan air. Hilangnya lapisan organik ini menyebabkan permukaan lahan mengalami amblesan atau <em>subsidence<\/em>. Perubahan kondisi mikroklimat dan topografi ini pada akhirnya menghambat proses pemulihan alami serta menyulitkan vegetasi untuk tumbuh kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Dampaknya juga dirasakan langsung oleh satwa yang bergantung pada ekosistem ini. Hilangnya vegetasi dan perubahan kondisi habitat menghilangkan tempat berlindung, sumber makanan, serta lokasi berkembang biak bagi berbagai jenis satwa di dalamnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gambut adalah rekaman panjang perjalanan sebuah ekosistem. Lapisan yang tampak sederhana, ternyata terbentuk melalui proses yang berlangsung ratusan hingga ribuan tahun. Di rawa yang tergenang, sisa vegetasi (daun, ranting, batang, kulit pohon, dan akar tumbuhan yang mati) tidak terurai sempurna, karena miskin oksigen yang memperlambat aktivitas mikroba pengurai. Material organik itu kemudian menumpuk, lapis demi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":3722,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"ep_exclude_from_search":false,"editor_notices":[],"footnotes":""},"wl_issue":[],"wl_topic":[],"wl_type":[],"class_list":["post-3719","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Gambut: Terbentuk Ribuan Tahun, Bisa Musnah Seketika - Wetlands International Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gambut: Terbentuk Ribuan Tahun, Bisa Musnah Seketika - Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gambut adalah rekaman panjang perjalanan sebuah ekosistem. Lapisan yang tampak sederhana, ternyata terbentuk melalui proses yang berlangsung ratusan hingga ribuan tahun. Di rawa yang tergenang, sisa vegetasi (daun, ranting, batang, kulit pohon, dan akar tumbuhan yang mati) tidak terurai sempurna, karena miskin oksigen yang memperlambat aktivitas mikroba pengurai. Material organik itu kemudian menumpuk, lapis demi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-21T03:17:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-21T03:17:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/SAGU-Apa-Itu-Gambut.jpg-scaled.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1891\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nono\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nono\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"nono\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c763485ea8e11985326e69746d921f84\"},\"headline\":\"Gambut: Terbentuk Ribuan Tahun, Bisa Musnah Seketika\",\"datePublished\":\"2026-09-21T03:17:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-21T03:17:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\\\/\"},\"wordCount\":412,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2026\\\/09\\\/SAGU-Apa-Itu-Gambut.jpg-scaled.jpeg\",\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\\\/\",\"name\":\"Gambut: Terbentuk Ribuan Tahun, Bisa Musnah Seketika - Wetlands International Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2026\\\/09\\\/SAGU-Apa-Itu-Gambut.jpg-scaled.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-09-21T03:17:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-21T03:17:59+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2026\\\/09\\\/SAGU-Apa-Itu-Gambut.jpg-scaled.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2026\\\/09\\\/SAGU-Apa-Itu-Gambut.jpg-scaled.jpeg\",\"width\":2560,\"height\":1891},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gambut: Terbentuk Ribuan Tahun, Bisa Musnah Seketika\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"description\":\"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2024\\\/08\\\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2024\\\/08\\\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"width\":1920,\"height\":949,\"caption\":\"Wetlands International Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/facebook.com\\\/wetlandsinternationalindonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yayasanlahanbasah\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@yayasanlahanbasah\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c763485ea8e11985326e69746d921f84\",\"name\":\"nono\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/author\\\/nono\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gambut: Terbentuk Ribuan Tahun, Bisa Musnah Seketika - Wetlands International Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Gambut: Terbentuk Ribuan Tahun, Bisa Musnah Seketika - Wetlands International Indonesia","og_description":"Gambut adalah rekaman panjang perjalanan sebuah ekosistem. Lapisan yang tampak sederhana, ternyata terbentuk melalui proses yang berlangsung ratusan hingga ribuan tahun. Di rawa yang tergenang, sisa vegetasi (daun, ranting, batang, kulit pohon, dan akar tumbuhan yang mati) tidak terurai sempurna, karena miskin oksigen yang memperlambat aktivitas mikroba pengurai. Material organik itu kemudian menumpuk, lapis demi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/","og_site_name":"Wetlands International Indonesia","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","article_published_time":"2026-09-21T03:17:58+00:00","article_modified_time":"2026-09-21T03:17:59+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1891,"url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/SAGU-Apa-Itu-Gambut.jpg-scaled.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"nono","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"nono","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/"},"author":{"name":"nono","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/c763485ea8e11985326e69746d921f84"},"headline":"Gambut: Terbentuk Ribuan Tahun, Bisa Musnah Seketika","datePublished":"2026-09-21T03:17:58+00:00","dateModified":"2026-09-21T03:17:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/"},"wordCount":412,"publisher":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/SAGU-Apa-Itu-Gambut.jpg-scaled.jpeg","inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/","name":"Gambut: Terbentuk Ribuan Tahun, Bisa Musnah Seketika - Wetlands International Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/SAGU-Apa-Itu-Gambut.jpg-scaled.jpeg","datePublished":"2026-09-21T03:17:58+00:00","dateModified":"2026-09-21T03:17:59+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/#primaryimage","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/SAGU-Apa-Itu-Gambut.jpg-scaled.jpeg","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/09\/SAGU-Apa-Itu-Gambut.jpg-scaled.jpeg","width":2560,"height":1891},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/gambut-terbentuk-ribuan-tahun-bisa-musnah-seketika\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gambut: Terbentuk Ribuan Tahun, Bisa Musnah Seketika"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","name":"Wetlands International Indonesia","description":"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.","publisher":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization","name":"Wetlands International Indonesia","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","width":1920,"height":949,"caption":"Wetlands International Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","https:\/\/www.instagram.com\/yayasanlahanbasah\/","https:\/\/www.youtube.com\/@yayasanlahanbasah"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/c763485ea8e11985326e69746d921f84","name":"nono","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/author\/nono\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3719"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3719\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3723,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3719\/revisions\/3723"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"wl_issue","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_issue?post=3719"},{"taxonomy":"wl_topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_topic?post=3719"},{"taxonomy":"wl_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_type?post=3719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}