{"id":3592,"date":"2026-08-10T12:29:41","date_gmt":"2026-08-10T05:29:41","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?p=3592"},"modified":"2026-08-10T12:33:00","modified_gmt":"2026-08-10T05:33:00","slug":"el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/","title":{"rendered":"El Ni\u00f1o dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kebakaran Gambut di Indonesia, Diperlukan Aksi Nyata."},"content":{"rendered":"\n<p>Wetlands International melalui <em>white paper<\/em> terbaru menyerukan tindakan mendesak untuk menekan risiko terulangnya kebakaran besar di lahan gambut Indonesia sekaligus mencegah krisis kabut asap lintas negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan <em>white paper<\/em> Wetlands International tersebut, Indonesia menghadapi peningkatan resiko &nbsp;kebakaran gambut dalam beberapa bulan mendatang.yang berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap masyarakat, keanekaragaman hayati, perekonomian, hingga&nbsp; krisis iklim global.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/Forest-Fire_Central-Kalimantan_Yr-2003-by-Alue-Dohong-1.JPG-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3593\" srcset=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/Forest-Fire_Central-Kalimantan_Yr-2003-by-Alue-Dohong-1.JPG-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/Forest-Fire_Central-Kalimantan_Yr-2003-by-Alue-Dohong-1.JPG-300x225.jpeg 300w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/Forest-Fire_Central-Kalimantan_Yr-2003-by-Alue-Dohong-1.JPG-768x576.jpeg 768w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/Forest-Fire_Central-Kalimantan_Yr-2003-by-Alue-Dohong-1.JPG-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/Forest-Fire_Central-Kalimantan_Yr-2003-by-Alue-Dohong-1.JPG.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Selain itu, kombinasi fenomena El Ni\u00f1o yang semakin menguat, kenaikan suhu, dan degradasi lahan gambut yang terus terjadi dapat memicu kembali kebakaran berskala besar seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Meskipun tingkat keparahan kebakaran tahun ini belum dapat dipastikan, namun waktu untuk melakukan langkah-langkah pencegahan semakin terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia memiliki sekitar 13,4 juta hektare lahan gambut tropis, salah satu yang terluas di dunia. Ekosistem ini berperan penting sebagai penyimpan karbon, mengatur tata air, habitat bagi berbagai keanekaragaman hayati, sekaligus sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat. Namun, pengeringan berulang, alih fungsi lahan, dan kebakaran\u00a0 berulang telah menyebabkan sekitar empat hingga enam juta hektare lahan gambut mengalami degradasi dan rentan terbakar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/Forest-Fire_Central-Kalimantan_Yr-2005-by-Alue-Dohong-3.jpg-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3594\" srcset=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/Forest-Fire_Central-Kalimantan_Yr-2005-by-Alue-Dohong-3.jpg-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/Forest-Fire_Central-Kalimantan_Yr-2005-by-Alue-Dohong-3.jpg-300x225.jpeg 300w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/Forest-Fire_Central-Kalimantan_Yr-2005-by-Alue-Dohong-3.jpg-768x576.jpeg 768w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/Forest-Fire_Central-Kalimantan_Yr-2005-by-Alue-Dohong-3.jpg-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/Forest-Fire_Central-Kalimantan_Yr-2005-by-Alue-Dohong-3.jpg.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan kebakaran hutan pada umumnya, api di lahan gambut menjalar hingga ke lapisan organik di bawah permukaan tanah dan dapat terus membara selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.&nbsp; Kebakaran di lahan gambut dapat melepaskan emisi gas rumah kaca dan asap beracun dalam jumlah yang sangat besar dan sulit untuk dipadamkan. &nbsp;ekosistem gambut yang terjaga tahan terhadap kebakaran karena berada pada kondisi jenuh air, akan tetapi begitu dikeringkan, lahan gambut menjadi sangat mudah terbakar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Belajar dari Bencana Masa Lalu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>White paper<\/em> ini mengingatkan kembali pada bencana kebakaran lahan gambut 1997\u20131998, ketika sekitar 9\u201310 juta hektar lahan terbakar di berbagai wilayah Indonesia. Kabut asap yang dihasilkan berdampak pada lebih dari 200 juta penduduk di Asia Tenggara, mengganggu transportasi, memicu gangguan pernapasan secara luas, serta melepaskan emisi karbon dalam jumlahbesar ke atmosfer. &nbsp;Terulangnya peristiwa kebakaran saat ini akan membawa konsekuensi yang sangat berat.<\/p>\n\n\n\n<p>Laporan tersebut mengidentifikasi sejumlah risiko utama, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ancaman terhadap keselamatan jiwa akibat kebakaran serta dampak kesehatan serius dari paparan asap beracun di berbagai negara.<\/li>\n\n\n\n<li>\u00a0emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar akan mempercepat\u00a0 perubahan iklim.<\/li>\n\n\n\n<li>Hilangnya keanekaragaman hayati di ekosistem gambut yang bernilai penting secara global<\/li>\n\n\n\n<li>Kerugian ekonomi yang sangat besar.<\/li>\n\n\n\n<li>Kerusakan permanen pada lahan gambut yang menyebabkan produktivitas lahan terus menurun serta meningkatkan risiko banjir dan kebakaran di masa mendatang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bencana Masih Dapat Dicegah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Wetlands International menegaskan bahwa krisis kebakaran lahan gambut dalam skala besar bukanlah sesuatu yang tidak dapat dihindari, meskipun risiko kebakaran meningkat, Tindakan cepat dan tepat &nbsp;dapat menekan secara signifikan kemungkinan dan tingkat keparahan kebakaran lahan gambut.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui <em>white paper<\/em> ini, Wetlands International menyerukan kepada pemerintah, pengelola lahan, sektor swasta, masyarakat, dan lembaga pendanaan untuk memperkuat&nbsp; &nbsp;kesiapsiagaan kebakaran sebelum musim kemarau memuncak. Langkah-langkah yang direkomendasikan meliputi pemulihan tinggi muka air di lahan gambut yang telah dikeringkan, perbaikan infrastruktur pembasahan kembali (<em>rewetting<\/em>), penguatan sistem peringatan dini, serta peningkatan dukungan terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran berbasis masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam jangka panjang, Wetlands International&nbsp; mendorong&nbsp; investasi berkelanjutan dalam program &nbsp;restorasi lahan gambut, pengembangan mata pencaharian adaptif seperti paludikultur, penguatan pengelolaan kebakaran berbasis masyarakat, &nbsp;kebijakan terpadu yang meletakkan lahan gambut sebagai infrastruktur esensial bagi ketahanan iklim, ketahanan air, dan konservasi keanekaragaman hayati.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Investasi untuk Membangun Ketahanan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Mencegah kebakaran lahan gambut jauh lebih efektif sekaligus jauh lebih hemat biaya dibandingkan menanggulanginya saat kebakaran terjadi. Dengan melindungi dan memulihkan lahan gambut sejak sekarang, Indonesia dapat menekan risiko bencana, melindungi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan dan air, menjaga keanekaragaman hayati, serta mempercepat pencapaian komitmen iklim nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Seiring perubahan iklim yang semakin meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem, investasi untuk menciptakan &nbsp;lahan gambut yang tangguh menjadi prioritas yang semakin mendesak. Upaya ini tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi kawasan Asia Tenggara dan iklim global secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n\t<div class=\"alignwide\" data-name=\"acf\/block-downloads\">\n\t\t<h2 class=\"screen-reader-text\">Downloads<\/h2>\n\t\t<ul class=\"flex flex-col gap-8\">\n\t\t\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t<li>\n\t\t\t\t\t \n\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t<div class=\"teaser-download\">\n\t<div class=\"grid-narrow\">\n\t\t<div class=\"col-span-full md:col-span-4 md:col-start-2 lg:col-start-3 md:row-span-full lg:mr-12\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"teaser-download__image\">\n\t\t\t\t\t<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"364\" height=\"468\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/white-paper-indonesia-364x468-1.png\" class=\"attachment-download size-download\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/white-paper-indonesia-364x468-1.png 364w, https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2026\/08\/white-paper-indonesia-364x468-1-233x300.png 233w\" sizes=\"auto, (max-width: 364px) 100vw, 364px\" \/>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"col-span-full md:col-span-4 md:col-start-3 lg:col-span-5 lg:col-start-6 md:row-span-full lg:-ml-8\">\n\t\t\t<div class=\"teaser-download__block\">\n\t\t\t\t<div class=\"flex flex-col gap-4\">\n\t\t\t\t\t<h3 class=\"block-title\">White Paper: Urgent Action Needed as El Ni\u00f1o and Climate Change Ramp Up the Risk of Peat Fires Across Indonesia<\/h3>\n\n\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div>\n\t\t\t\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/download\/3595\/?tmstv=1786364276\" aria-label=\"Download White Paper: Urgent Action Needed as El Ni\u00f1o and Climate Change Ramp Up the Risk of Peat Fires Across Indonesia, (pdf, 25.61 MB)\" class=\"btn btn--secondary btn--mobile-full\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"btn__icon\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"icon-inline\" aria-hidden=\"true\"><svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M22.579 15.361c.611-2.308.414-4.75-.56-6.935a10.688 10.688 0 0 0-4.806-5.103 1.006 1.006 0 0 0-1.35.405.981.981 0 0 0 .412 1.34 8.703 8.703 0 0 1 3.914 4.154 8.492 8.492 0 0 1 .455 5.639 8.631 8.631 0 0 1-3.198 4.707 8.91 8.91 0 0 1-5.484 1.755 8.899 8.899 0 0 1-5.413-1.955 8.616 8.616 0 0 1-3.015-4.822 8.495 8.495 0 0 1 .67-5.618 8.72 8.72 0 0 1 4.07-4.008.982.982 0 0 0 .462-1.323 1.006 1.006 0 0 0-1.334-.455 10.708 10.708 0 0 0-4.997 4.922 10.448 10.448 0 0 0-.824 6.91 10.587 10.587 0 0 0 3.705 5.925 10.914 10.914 0 0 0 6.639 2.4 10.927 10.927 0 0 0 6.725-2.153 10.606 10.606 0 0 0 3.929-5.785Zm-6.246-1.972a.98.98 0 0 0 0-1.4 1.009 1.009 0 0 0-1.41 0l-1.795 1.763V1.688a.994.994 0 0 0-1-.988c-.548 0-1 .437-1 .988v12.064l-1.795-1.763a1.009 1.009 0 0 0-1.41 0 .979.979 0 0 0 0 1.4l3.5 3.438a1.01 1.01 0 0 0 1.41 0l3.5-3.438Z\" fill=\"#1A1A1A\"\/><\/svg>\n<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"btn__text\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\tDownload (pdf, 25.61 MB)\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div>\n\t\t\t\t<\/li>\n\t\t\t\t\t<\/ul>\n\t<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wetlands International melalui white paper terbaru menyerukan tindakan mendesak untuk menekan risiko terulangnya kebakaran besar di lahan gambut Indonesia sekaligus mencegah krisis kabut asap lintas negara. Berdasarkan white paper Wetlands International tersebut, Indonesia menghadapi peningkatan resiko &nbsp;kebakaran gambut dalam beberapa bulan mendatang.yang berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap masyarakat, keanekaragaman hayati, perekonomian, hingga&nbsp; krisis iklim global. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":277,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ep_exclude_from_search":false,"editor_notices":[],"footnotes":""},"wl_issue":[],"wl_topic":[],"wl_type":[],"class_list":["post-3592","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>El Ni\u00f1o dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kebakaran Gambut di Indonesia, Diperlukan Aksi Nyata. - Wetlands International Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"El Ni\u00f1o dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kebakaran Gambut di Indonesia, Diperlukan Aksi Nyata. - Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Wetlands International melalui white paper terbaru menyerukan tindakan mendesak untuk menekan risiko terulangnya kebakaran besar di lahan gambut Indonesia sekaligus mencegah krisis kabut asap lintas negara. Berdasarkan white paper Wetlands International tersebut, Indonesia menghadapi peningkatan resiko &nbsp;kebakaran gambut dalam beberapa bulan mendatang.yang berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap masyarakat, keanekaragaman hayati, perekonomian, hingga&nbsp; krisis iklim global. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-10T05:29:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-10T05:33:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2013\/09\/FFR-022.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1263\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nono\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nono\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"nono\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/06f511fd2e72b7cb01c2a4ae7829dfac\"},\"headline\":\"El Ni\u00f1o dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kebakaran Gambut di Indonesia, Diperlukan Aksi Nyata.\",\"datePublished\":\"2026-08-10T05:29:41+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-10T05:33:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\\\/\"},\"wordCount\":628,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2013\\\/09\\\/FFR-022.jpg\",\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\\\/\",\"name\":\"El Ni\u00f1o dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kebakaran Gambut di Indonesia, Diperlukan Aksi Nyata. - Wetlands International Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2013\\\/09\\\/FFR-022.jpg\",\"datePublished\":\"2026-08-10T05:29:41+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-10T05:33:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2013\\\/09\\\/FFR-022.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2013\\\/09\\\/FFR-022.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1263},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"El Ni\u00f1o dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kebakaran Gambut di Indonesia, Diperlukan Aksi Nyata.\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"description\":\"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2024\\\/08\\\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2024\\\/08\\\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"width\":1920,\"height\":949,\"caption\":\"Wetlands International Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/facebook.com\\\/wetlandsinternationalindonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yayasanlahanbasah\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@yayasanlahanbasah\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/06f511fd2e72b7cb01c2a4ae7829dfac\",\"name\":\"nono\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/author\\\/nono\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"El Ni\u00f1o dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kebakaran Gambut di Indonesia, Diperlukan Aksi Nyata. - Wetlands International Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"El Ni\u00f1o dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kebakaran Gambut di Indonesia, Diperlukan Aksi Nyata. - Wetlands International Indonesia","og_description":"Wetlands International melalui white paper terbaru menyerukan tindakan mendesak untuk menekan risiko terulangnya kebakaran besar di lahan gambut Indonesia sekaligus mencegah krisis kabut asap lintas negara. Berdasarkan white paper Wetlands International tersebut, Indonesia menghadapi peningkatan resiko &nbsp;kebakaran gambut dalam beberapa bulan mendatang.yang berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap masyarakat, keanekaragaman hayati, perekonomian, hingga&nbsp; krisis iklim global. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/","og_site_name":"Wetlands International Indonesia","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","article_published_time":"2026-08-10T05:29:41+00:00","article_modified_time":"2026-08-10T05:33:00+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1263,"url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2013\/09\/FFR-022.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"nono","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"nono","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/"},"author":{"name":"nono","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/06f511fd2e72b7cb01c2a4ae7829dfac"},"headline":"El Ni\u00f1o dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kebakaran Gambut di Indonesia, Diperlukan Aksi Nyata.","datePublished":"2026-08-10T05:29:41+00:00","dateModified":"2026-08-10T05:33:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/"},"wordCount":628,"publisher":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2013\/09\/FFR-022.jpg","inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/","name":"El Ni\u00f1o dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kebakaran Gambut di Indonesia, Diperlukan Aksi Nyata. - Wetlands International Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2013\/09\/FFR-022.jpg","datePublished":"2026-08-10T05:29:41+00:00","dateModified":"2026-08-10T05:33:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/#primaryimage","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2013\/09\/FFR-022.jpg","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2013\/09\/FFR-022.jpg","width":1920,"height":1263},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/el-nino-dan-perubahan-iklim-tingkatkan-risiko-kebakaran-gambut-di-indonesia-diperlukan-aksi-nyata\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"El Ni\u00f1o dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kebakaran Gambut di Indonesia, Diperlukan Aksi Nyata."}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","name":"Wetlands International Indonesia","description":"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.","publisher":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization","name":"Wetlands International Indonesia","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","width":1920,"height":949,"caption":"Wetlands International Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","https:\/\/www.instagram.com\/yayasanlahanbasah\/","https:\/\/www.youtube.com\/@yayasanlahanbasah"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/06f511fd2e72b7cb01c2a4ae7829dfac","name":"nono","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/author\/nono\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3592","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3592"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3592\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3599,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3592\/revisions\/3599"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3592"}],"wp:term":[{"taxonomy":"wl_issue","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_issue?post=3592"},{"taxonomy":"wl_topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_topic?post=3592"},{"taxonomy":"wl_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_type?post=3592"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}