{"id":2037,"date":"2021-04-21T09:49:12","date_gmt":"2021-04-21T02:49:12","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/"},"modified":"2023-09-27T19:58:50","modified_gmt":"2023-09-27T12:58:50","slug":"pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p>Seri semiloka untuk mendorong kebijakan dan praktik pengelolaan gambut berkelanjutan di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara<\/p>\n<p><strong><b>Tapanuli Selatan, 20 April 2021 &#8211; <\/b><\/strong>Sebagai upaya dalam mendorong perlindungan dan pemulihan ekosistem gambut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengadakan semiloka bertajuk \u201cMendorong Kebijakan dan Praktik Pengelolaan Gambut Berkelanjutan di Tapanuli Selatan dan Sumatra Utara\u201d. Acara tersebut digelar secara daring-luring dan dilaksanakan di Hotel Mega Permata, Padangsidimpuan, pada Selasa, 20\u00a0April 2021. Setidaknya 90\u00a0peserta hadir secara <em><i>live<\/i><\/em>\u00a0dan <em><i>virtual<\/i><\/em>. Semiloka ini bertujuan untuk mengindentifikasi program dan kegiatan yang relevan dengan perlindungan dan pengelolaan gambut berkelanjutan sebagai langkah awal kerja sama multipihak di Tapanuli Selatan khususnya, dan Sumatra Utara pada umumnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-4932\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/04\/daring-960x540.jpg\" alt=\"\" width=\"684\" height=\"385\" \/><\/p>\n<p>Berdasarkan data Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP)\u00a0tahun 2018, Tapanuli Selatan memiliki 6.051,80 ha gambut\u00a0yang sebagian besar berada di dataran rendah pesisir barat \u00a0Sumatra. Sekitar 82% \u00a0gambut berada di kawasan Area Penggunaan Lain (APL),\u00a0dan sisanya ada di kawasan Hutan Produksi sebesar (16 %)\u00a0dan di Hutan Produksi Terbatas \u00a0(2%). Dari persentase tersebut, 70% dari keseluruhan gambut berada di kawasan konsesi yang sebagian besar ditanami sawit, sehingga mempengaruhi kualitas dan jasa ekosistem gambut.<\/p>\n<p>Gambut merupakan ekosistem yang memiliki peran strategis bagi kehidupan manusia. Selain berperan sebagai penyimpan air dan penjamin ketersediaan air, gambut \u00a0menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati, penyedia spesies asli gambut sebagai sumber pangan dan obat-obatan, serta berperan penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim yakni berupa penyimpan dan penyerap karbon. Pengelolaan gambut secara berkelanjutan juga berdampak signifikan pada upaya pengurangan risiko bencana, dan peningkatan ketangguhan masyarakat, khususnya terhadap bencana karhutla gambut dan banjir.<\/p>\n<p>Bupati Tapanuli Selatan <strong><b>Dolly Putra Parlindungan Pasaribu<\/b><\/strong>\u00a0dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan merupakan salah satu kunci penting dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan\u00a0(TPB), Pembangunan Rendah Karbon\u00a0(PRK), dan secara langsung bermanfaat \u00a0bagi kehidupan masyarakat. Oleh karenanya, pihaknya mendukung penuh upaya restorasi gambut di Tapanuli Selatan pada khususnya dan Sumatra utara pada umumnya. Pemkab juga\u00a0berkomitmen melaksanakan berbagai kegiatan perlindungan dan pengelolaan gambut khususnya di Tapanuli Selatan bersama para pihak terkait.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut, <strong><b>SPM Budi Susanti<\/b><\/strong>, yang hadir di dalam acara semiloka menyampaikan pidato kunci terkait Kebijakan dan program pemulihan, perlindungan serta pengelolaan gambut di Indonesia. Budi Susanti menyebutkan bahwa Pemerintah Nasional sudah mengeluarkan PermenLHK No.60\/2019 terkait pedoman penyusunan RPPEG dan penetapan SK MenLHK No. 246\/2020 \u00a0tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG)\u00a0Nasional secara rinci. Untuk Sumatra Utara, sebanyak 26\u00a0Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)\u00a0dari total 27 KHG sudah melakukan pemetaan invetarisasi karaktersitik \u00a0gambut dengan skala 1:50.000. \u00a0\u00a0Ia menekankan pentingnya penyusunan rencana pengelolaan ekosistem gambut (RPPEG) di\u00a0tingkat\u00a0provinsi ataupun di kabupaten. \u00a0KLHK juga berharap agar penyusunan RPPEG di tingkat provinsi Sumatra Utara dan kabupaten Tapanuli Selatan dapat disegerakan. KLHK akan mendampingi dalam proses penyusunannya.<\/p>\n<p>Sesi diskusi\u00a0semiloka ini\u00a0menghadirkan dua pembicara\u00a0yakni: <strong><b>Hasmirizal Lubis<\/b><\/strong>\u00a0Kepala Bappeda\u00a0Provinsi\u00a0Sumatra Utara dan <strong><b>Nyoman Suryadiputra<\/b><\/strong>\u00a0<em><i>Senior Advisor<\/i><\/em>\u00a0Yayasan Lahan Basah\/Wetlands International Indonesia. Hasmirizal Lubis memaparkan terkait program dan strategi perlindungan ekosistem gambut di Sumatra Utara, sedangkan Nyoman Suryadiputra memaparkan terkait inisiatif percontohan\u00a0pengelolaan ekosistem gambut untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta pengurangan risiko bencana di Kelurahan Muara Manompas, Muara Batang Toru.<\/p>\n<p>Hasmirizal Lubis menyampaikan bahwa saat ini provinsi Sumatra Utara sedang menyusun rencana pembentukan forum pengelolaan dan perlindungan ekosistem gambut, bekerja sama dengn Conservation International dalam rangka pelestarian ekosistem gambut di Provinsi. Ia menambahkan bahwa pada tahun 2022 akan dikembangkan 200 Desa Wisata, dimana potensi wisata gambut juga bisa turut dikembangkan. Provinsi Sumatra Utara juga berharap dapat masuk ke dalam provinsi prioritas kegiatan restorasi gambut sesuai dengan Permen LHK No P.8 tahun 2020 tentang penugasan sebagian urusan pemerintahan bidang lingkungan hidup dan kehutanan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Nyoman Suryadiputra menyampaikan bahwa program percontohan di Muara Manompas telah mengimplementasikan pendekatan 3 R, yaitu <em><i>rewetting <\/i><\/em>(pembasahan kembali), <em><i>revegetasi<\/i><\/em>, dan <em><i>revitalisasi <\/i><\/em>mata pencaharian. \u00a0Ada total 16 sekat kanal yang sudah dibangun bersama masyarakat dengan menggunakan batang pinang sebagai bahan kontruksi. Saat ini 250 ha lahan yang sudah mendapat perlakuan pembasahan kembali tersebut sedang ditanami jelutung, pakkat, dan sagu sebagai spesies asli gambut yang bernilai ekonomi. Nyoman juga menyampaikan bahwa program juga memberikan \u00a0pinjaman bersyarat untuk mendukung pengembangan alternatif mata pencaharian masyarakat setempat sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya restorasi dan pengelolaan gambut secara berkelanjutan untuk 35 kelompok masyarakat.<\/p>\n<p>Hadir mewakili Pemerintah Pusat, perwakilan dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Kepala Subpokja Pengelolaan Ekosistem Gambut\u00a0<strong><b>Agung Rusdiyatmok<\/b><\/strong><strong><b>o <\/b><\/strong>menyampaikan pentingnya pendokumentasian \u00a0praktik-praktik di lapangan dan disertakan dalam rencana pembangunan. Agung juga menyebutkan bahwa antusiasme dan partisipasi masyarakat perlu didorong lebih lanjut. Senada dengan Agung, perwakilan dari Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) <strong><b>Anna Amalia<\/b><\/strong>\u00a0menyampaikan bahwa pendampingan oleh Pemerintah Daerah\u00a0sangat penting untuk meneruskan upaya yang sudah dibangun dan diinternalisasikan sebagai bagian dari rencana pembangunan daerah. Saat ini di tingkat nasional sudah dibentuk Tim Koordinasi Strategis Pengelolaan Lahan Basah untuk mendukung pencapaian TPB dan PRK, dan tengah menyusun peta jalan pengelolaan lahan basah (utamanya mangrove dan gambut) yang nantinya diharapkan dapat menjadi pedoman pengelolaan lahan basah di Indonesia, untuk memperkuat sejumlah inisiatif pengelolaan yang sudah ada.<\/p>\n<p>Acara semiloka\u00a0seri ke-1\u00a0ini ditutup dengan diskusi kelompok terkait identifikasi kegiatan potensial dan rencana tindak lanjut sebagai dasar pembahasan dalam semiloka seri berikutnya.\u00a0Kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan semiloka seri ke-2 dan ke-3 untuk menghasilkan kolaborasi jangka panjang dalam upaya pengelolaan gambut secara berkelanjutan di Tapanuli Selatan khususnya, dan Sumatra Utara pada umumnya.<\/p>\n<p>&#8212; SELESAI &#8212;<\/p>\n<h3><strong><b>Acara ini terselenggara atas kerjasama: <\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Selatan, Yayasan Lahan Basah\/Wetlands International Indonesia dan \u00a0Conservation in ternational dengan dukungan dari program \u00a0&#8220;Mitigasi, Adaptasi melalui Konservasi dan Kehidupan Berkelanjutan pada Ekosistem Gambut dan Mangrove Indonesia&#8221;(bagian dari International Climate Initiative). Proyek International Climate Initiative &#8211; <em><i>Peat and Mangrove Ecosystems<\/i><\/em>\u00a0(IKI-PME) mendukung pelestarian mangrove dan gambut sebagai ekosistem kaya karbon untuk mendukung \u00a0target pengurangan emisi, melalui \u00a0dukungan pengelolaan kawasan konservasi, \u00a0restorasi, dan pengembangan alternatif mata \u00a0pencaharian masyarakat pada ekosistem \u00a0mangrove dan gambut . Di Sumatra Utara, project laksanakan pada tahun 2019-2022 di Kelurahan Muara Manompas Tapanuli Selatan.<\/p>\n<div class=\"alignwide\">\n\t\t\n\t<div class=\"teaser-download\">\n\t<div class=\"grid-narrow\">\n\t\t<div class=\"col-span-full md:col-span-4 md:col-start-2 lg:col-start-3 md:row-span-full lg:mr-12\">\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"col-span-full md:col-span-4 md:col-start-3 lg:col-span-5 lg:col-start-6 md:row-span-full lg:-ml-8\">\n\t\t\t<div class=\"teaser-download__block\">\n\t\t\t\t<div class=\"flex flex-col gap-4\">\n\t\t\t\t\t<h3 class=\"block-title\">Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan<\/h3>\n\n\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div>\n\t\t\t\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/download\/1491\/?tmstv=1775376360\" aria-label=\"Download Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan, (pdf, 607.43 KB)\" class=\"btn btn--secondary btn--mobile-full\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"btn__icon\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"icon-inline\" aria-hidden=\"true\"><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"btn__text\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\tDownload (pdf, 607.43 KB)\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n<p><strong><b>Narahubung: <\/b><\/strong><strong><b>Susan Lusiana (081286604246)\/susan.lusiana@wetlands.or.id<\/b><\/strong><br \/>\n<strong><b>Link recording : <\/b><\/strong><a href=\"http:\/\/bit.ly\/RekamanGambutTapsel1\"><u>http:\/\/bit.ly\/RekamanGambutTapsel1<\/u><\/a>\u00a0(Passcode: <strong><b>kv.Q0quT<\/b><\/strong>)<br \/>\n<strong><b>Link Materi<\/b><\/strong>\u00a0: <a href=\"http:\/\/bit.ly\/PresentasiGambutTapsel1\"><u>http:\/\/bit.ly\/PresentasiGambutTapsel1<\/u><\/a><\/p>\n<p>___________________<br \/>\n1 Semiloka ini diadakan sebagai tahap awal diskusi multipihak yang mengidentifikasi program dan kegiatan yang relevan dengan pengelolaan gambut berkelanjutan dan restorasi gambut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai upaya dalam mendorong perlindungan dan pemulihan ekosistem gambut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengadakan semiloka bertajuk \u201cMendorong Kebijakan dan Praktik Pengelolaan Gambut Berkelanjutan di Tapanuli Selatan dan Sumatra Utara\u201d.<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":900,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ep_exclude_from_search":false,"editor_notices":[],"footnotes":""},"wl_issue":[],"wl_topic":[8,9],"wl_type":[],"class_list":["post-2037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","wl_topic-mitigasi-iklim-dan-adaptasi","wl_topic-penggunaan-lahan-berkelanjutan"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan - Wetlands International Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan - Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagai upaya dalam mendorong perlindungan dan pemulihan ekosistem gambut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengadakan semiloka bertajuk \u201cMendorong Kebijakan dan Praktik Pengelolaan Gambut Berkelanjutan di Tapanuli Selatan dan Sumatra Utara\u201d.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-21T02:49:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-27T12:58:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/04\/semiloka.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"wetlandsindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"wetlandsindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/\"},\"author\":{\"name\":\"wetlandsindonesia\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/bbafd66457c53a52c9cdc2acf01c91fb\"},\"headline\":\"Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan\",\"datePublished\":\"2021-04-21T02:49:12+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-27T12:58:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/\"},\"wordCount\":1010,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/04\/semiloka.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/\",\"name\":\"Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan - Wetlands International Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/04\/semiloka.jpg\",\"datePublished\":\"2021-04-21T02:49:12+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-27T12:58:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/04\/semiloka.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/04\/semiloka.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"description\":\"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"width\":1920,\"height\":949,\"caption\":\"Wetlands International Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/yayasanlahanbasah\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/@yayasanlahanbasah\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/bbafd66457c53a52c9cdc2acf01c91fb\",\"name\":\"wetlandsindonesia\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/author\/wetlandsindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan - Wetlands International Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan - Wetlands International Indonesia","og_description":"Sebagai upaya dalam mendorong perlindungan dan pemulihan ekosistem gambut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengadakan semiloka bertajuk \u201cMendorong Kebijakan dan Praktik Pengelolaan Gambut Berkelanjutan di Tapanuli Selatan dan Sumatra Utara\u201d.","og_url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/","og_site_name":"Wetlands International Indonesia","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","article_published_time":"2021-04-21T02:49:12+00:00","article_modified_time":"2023-09-27T12:58:50+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/04\/semiloka.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"wetlandsindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"wetlandsindonesia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/"},"author":{"name":"wetlandsindonesia","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/bbafd66457c53a52c9cdc2acf01c91fb"},"headline":"Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan","datePublished":"2021-04-21T02:49:12+00:00","dateModified":"2023-09-27T12:58:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/"},"wordCount":1010,"publisher":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/04\/semiloka.jpg","articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/","name":"Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan - Wetlands International Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/04\/semiloka.jpg","datePublished":"2021-04-21T02:49:12+00:00","dateModified":"2023-09-27T12:58:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#primaryimage","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/04\/semiloka.jpg","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2021\/04\/semiloka.jpg","width":1280,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/pemerintah-mendorong-pengelolaan-gambut-berkelanjutan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pemerintah Mendorong Pengelolaan Gambut Berkelanjutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","name":"Wetlands International Indonesia","description":"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.","publisher":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization","name":"Wetlands International Indonesia","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","width":1920,"height":949,"caption":"Wetlands International Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","https:\/\/www.instagram.com\/yayasanlahanbasah\/","https:\/\/www.youtube.com\/@yayasanlahanbasah"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/bbafd66457c53a52c9cdc2acf01c91fb","name":"wetlandsindonesia","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/author\/wetlandsindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2037"}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2037"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2037\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2558,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2037\/revisions\/2558"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"wl_issue","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_issue?post=2037"},{"taxonomy":"wl_topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_topic?post=2037"},{"taxonomy":"wl_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_type?post=2037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}