{"id":1974,"date":"2017-08-29T06:56:19","date_gmt":"2017-08-28T23:56:19","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/"},"modified":"2023-09-27T19:58:42","modified_gmt":"2023-09-27T12:58:42","slug":"penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/","title":{"rendered":"Penilaian Efektifitas Pengelolaan Taman Nasional menggunakan Perangkat METT"},"content":{"rendered":"<p>METT (<em>Management Effectiveness Tracking Tool<\/em>) adalah suatu perangkat yang digunakan untuk melakukan pengkajian tingkat efektifitas pengelolaan sesuai dengan visi, misi dan tujuan pengelolaan yang telah ditentukan sebelumnya.<\/p>\n<p>Perangkat ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 2002 yang kemudian digunakan sebagai kerangka kerja\u00a0 IUCN WCPA utuk mengukur efektifitas pengelolaan. Pada tahun 2015, negara-negara anggota Konvensi Ramsar, dalam pertemuan CoP 12 telah mengadopsi revisi METT yang disesuaikan untuk lahan basah dan Situs Ramsar. Hingga tahun 2016, setidaknya seperlima kawasan perlindungan terrestrial di dunia telah menggunakan perangkat ini.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-2772\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2017\/08\/METT-1-960x540.jpg\" alt=\"\" \/><\/p>\n<p>METT juga telah diaplikasikan di Indonesia untuk menilai efektifitas pengelolaan pada tingkatan situs atau lapangan, dengan melibatkan Staf di kawasan yang memiliki pengetahuan langsung terkait dengan pengelolaan di suatu kawasan. SK Dirjen KSDAE nomor SK.357\/KSDAE-SET\/2015 tentang Penetapan Efektivitas Pengelolaan Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru menetapkan nilai awal efektifitas pengelolaan kawasan.\u00a0 SK tersebut juga menguraikan outline laporan penilaian efektifitas pengelolaan kawasan konservasi.<\/p>\n<p>Sejalan dengan fungsi perangkat tersebut, UPT Taman Nasional\u00a0 Berbak \u2013 Sembilang melaksanakan kegiatan penilaian METT di Jambi, 28 \u2013 29 Agustus 2017. Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala UPT Taman Nasional Berbak \u2013 Sembilang, Ir. Pratono Puroso, MSc. difasilitasi oleh National Project Manager Sumatran Tiger Project. Untuk memperoleh masukan yang lebih komprehensif, peserta yang terlibat dalam penilaian tersebut berasal dari lingkup internal Kementerian LHK, Pemerintah Daerah, Universitas Jambi dan LSM yang pernah atau sedang melakukan kegiatan di Taman Nasional, seperti ZSL, Gita Buana dan Wetlands International Indonesia.<\/p>\n<p>Pertemuan berjalan dengan sangat produktif dan kaya, dimana peserta berdiskusi untuk memberikan nilai dari 30 pertanyaan, yang terbagi lagi menjadi pertanyaan cabang. Pertanyaan berkisar pada hal yang terkait dengan informasi umum, ancaman, dan efektifitas pengelolaan. Penilaian ini juga sangat bermanfaat karena dapat dimanfaatkan untuk melihat sejauh mana kelebihan dan kekurangan dalam proses pengelolaan kawasan, dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana menindaklanjuti\u00a0 ha-hal yang teridentifikasi dalam penilaian tersebut.<\/p>\n<p>Wetlands International Indonesia sangat senang dapat terlibat kembali dalam penilaian tersebut, karena kami telah bekerjasama di wilayah ini sejak awal tahun 1980an, dan kemudian memfasilitasi\u00a0 penetapan Taman Nasional Berbak dan Taman Nasional Sembilang, hingga keterlibatan dalam kerjasama internasional, seperti menjadi situs Ramsar dan East Asian \u2013 Australasian Flyway Partnership.<\/p>\n<p>(dilaporkan oleh Yus Rusila Noor, Head of Programme)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>METT (Management Effectiveness Tracking Tool) adalah suatu perangkat yang digunakan untuk melakukan pengkajian tingkat efektifitas pengelolaan sesuai dengan visi, misi dan tujuan pengelolaan yang telah ditentukan sebelumnya. Perangkat ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 2002 yang kemudian digunakan sebagai kerangka kerja\u00a0 IUCN WCPA utuk mengukur efektifitas pengelolaan. Pada tahun 2015, negara-negara anggota Konvensi Ramsar, dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":427,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ep_exclude_from_search":false,"editor_notices":[],"footnotes":""},"wl_issue":[],"wl_topic":[33],"wl_type":[],"class_list":["post-1974","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","wl_topic-annual-review"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Penilaian Efektifitas Pengelolaan Taman Nasional menggunakan Perangkat METT - Wetlands International Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penilaian Efektifitas Pengelolaan Taman Nasional menggunakan Perangkat METT - Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"METT (Management Effectiveness Tracking Tool) adalah suatu perangkat yang digunakan untuk melakukan pengkajian tingkat efektifitas pengelolaan sesuai dengan visi, misi dan tujuan pengelolaan yang telah ditentukan sebelumnya. Perangkat ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 2002 yang kemudian digunakan sebagai kerangka kerja\u00a0 IUCN WCPA utuk mengukur efektifitas pengelolaan. Pada tahun 2015, negara-negara anggota Konvensi Ramsar, dalam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-28T23:56:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-27T12:58:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2017\/08\/METT-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1152\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"wetlandsindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"wetlandsindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"wetlandsindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bbafd66457c53a52c9cdc2acf01c91fb\"},\"headline\":\"Penilaian Efektifitas Pengelolaan Taman Nasional menggunakan Perangkat METT\",\"datePublished\":\"2017-08-28T23:56:19+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-27T12:58:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\\\/\"},\"wordCount\":357,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2017\\\/08\\\/METT-2.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\\\/\",\"name\":\"Penilaian Efektifitas Pengelolaan Taman Nasional menggunakan Perangkat METT - Wetlands International Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2017\\\/08\\\/METT-2.jpg\",\"datePublished\":\"2017-08-28T23:56:19+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-27T12:58:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2017\\\/08\\\/METT-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2017\\\/08\\\/METT-2.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1152},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penilaian Efektifitas Pengelolaan Taman Nasional menggunakan Perangkat METT\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"description\":\"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2024\\\/08\\\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/11\\\/2024\\\/08\\\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"width\":1920,\"height\":949,\"caption\":\"Wetlands International Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/facebook.com\\\/wetlandsinternationalindonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/yayasanlahanbasah\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@yayasanlahanbasah\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bbafd66457c53a52c9cdc2acf01c91fb\",\"name\":\"wetlandsindonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indonesia.wetlands.org\\\/id\\\/author\\\/wetlandsindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penilaian Efektifitas Pengelolaan Taman Nasional menggunakan Perangkat METT - Wetlands International Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penilaian Efektifitas Pengelolaan Taman Nasional menggunakan Perangkat METT - Wetlands International Indonesia","og_description":"METT (Management Effectiveness Tracking Tool) adalah suatu perangkat yang digunakan untuk melakukan pengkajian tingkat efektifitas pengelolaan sesuai dengan visi, misi dan tujuan pengelolaan yang telah ditentukan sebelumnya. Perangkat ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 2002 yang kemudian digunakan sebagai kerangka kerja\u00a0 IUCN WCPA utuk mengukur efektifitas pengelolaan. Pada tahun 2015, negara-negara anggota Konvensi Ramsar, dalam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/","og_site_name":"Wetlands International Indonesia","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","article_published_time":"2017-08-28T23:56:19+00:00","article_modified_time":"2023-09-27T12:58:42+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1152,"url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2017\/08\/METT-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"wetlandsindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"wetlandsindonesia","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/"},"author":{"name":"wetlandsindonesia","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/bbafd66457c53a52c9cdc2acf01c91fb"},"headline":"Penilaian Efektifitas Pengelolaan Taman Nasional menggunakan Perangkat METT","datePublished":"2017-08-28T23:56:19+00:00","dateModified":"2023-09-27T12:58:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/"},"wordCount":357,"publisher":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2017\/08\/METT-2.jpg","articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/","name":"Penilaian Efektifitas Pengelolaan Taman Nasional menggunakan Perangkat METT - Wetlands International Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2017\/08\/METT-2.jpg","datePublished":"2017-08-28T23:56:19+00:00","dateModified":"2023-09-27T12:58:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/#primaryimage","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2017\/08\/METT-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2017\/08\/METT-2.jpg","width":2048,"height":1152},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/penilaian-efektifitas-pengelolaan-taman-nasional-menggunakan-perangkat-mett\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penilaian Efektifitas Pengelolaan Taman Nasional menggunakan Perangkat METT"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","name":"Wetlands International Indonesia","description":"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.","publisher":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization","name":"Wetlands International Indonesia","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","width":1920,"height":949,"caption":"Wetlands International Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","https:\/\/www.instagram.com\/yayasanlahanbasah\/","https:\/\/www.youtube.com\/@yayasanlahanbasah"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/bbafd66457c53a52c9cdc2acf01c91fb","name":"wetlandsindonesia","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/author\/wetlandsindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1974"}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1974"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1974\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2530,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1974\/revisions\/2530"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"wl_issue","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_issue?post=1974"},{"taxonomy":"wl_topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_topic?post=1974"},{"taxonomy":"wl_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_type?post=1974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}