{"id":1930,"date":"2013-09-09T02:16:40","date_gmt":"2013-09-08T19:16:40","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/"},"modified":"2023-09-27T19:58:33","modified_gmt":"2023-09-27T12:58:33","slug":"mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/","title":{"rendered":"Mengatasi erosi pantai dengan &#8220;Hybrid Engineering&#8221;"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\">Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Minggu ini kita akan melihat dimulainya pembangunan 2 struktur permeable yang bertujuan untuk melindungi Desa Timbul Sloko dari erosi.<\/p>\n<p style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\"><span style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\">Wetlands International, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Konsultan Sipil dari Belanda Deltares akan bekerjasama untuk menstabilkan pesisir di daerah Desa Timbul Sloko yang mengalami erosi parah dan menyebabkan penduduk desa tersebut sering terkena banjir.\u00a0 Deltares telah mendesain sebuah pendekatan inofatif bertujuan untuk menstabilkan pesisir. Dengan menggunakan struktur permeable untuk memperangkap sediment di sepanjang pesisir dan memberikan kesempatan rehabilitasi mangrove untuk menahan erosi.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\"><i><em style=\"font-weight: inherit\"><span style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\">Estimasi hilangnya daratan sebesar 200-900 meters antara 2003 (garis biru, Google Earth image) dan 2012 (garis oranye, Google Earth image) akibat erosi di Kabupaten Demak District, Jawa Tengah \u00a0By Apri Susanto<\/span><\/em><\/i><\/p>\n<p style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\"><span style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\">Dua struktur akan dibangun oleh KKP dengan menggunakan desain yang disiapkan oleh Deltares dan difasilitasi oleh Wetlands International Indonesia Program. Kegiatan ini adalah bagian dari eksperimen skala kecil untuk menguji konsep Hybrid Engineering pada pesisir berlumpur yang mengalami erosi parah. Diharapkan tiap struktur dapat selesai dalam 1 bulan dan setelah itu mulai merangkap sedimen dan menciptakan kondisi yang cocok untuk mangrove berkembang di daerah tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\"><span style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\">Jika struktur tersebut berhasil, maka lahan tersebut bisa tereklamasi dan mencegah erosi dan hilangnya lahan di masa <\/span><span style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\">datang. Secara bersamaan, sabuk hijau mangrove yang baru akan memberikan beragam jasa lingkungan, mulai dari peningkatan hasil tangkapan ikan hingga material untuk konstruksi dan penyimpanan karbon.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\"><span style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\">Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, Universitas Diponegoro, LSM lokal (KESEMAT) dan masyarakat setempat terlibat dalam kajian awal dan akan dilibatkan dalam kegiatan pengawasan dan perawatan, setelah struktur tersebut telah terpasang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\"><i><em style=\"font-weight: inherit\"><span style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\">Struktur permeable dirancang untuk merangkap sedimen sebagaimana dilakukan oleh system perakaran mangrove secara alami. Ilustrasi oleh Joost Fluitsma.<\/span><\/em><\/i><\/p>\n<p style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\"><span style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\">Untuk mengetahui lebih banyak tentang Timbul Sloko, kunjungi <\/span><a style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\" href=\"https:\/\/www.wetlands.org\/News\/tabid\/66\/articleType\/ArticleView\/articleId\/3423\/Default.aspx\"><span style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\">blog\u00a0<\/span><\/a><span style=\"font-style: inherit;font-weight: inherit\">yang ditulis oleh mahasiswa magang Wetlands International, Stefan Verschure.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Minggu ini kita akan melihat dimulainya pembangunan 2 struktur permeable yang bertujuan untuk melindungi Desa Timbul Sloko dari erosi. Wetlands International, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Konsultan Sipil dari Belanda Deltares akan bekerjasama untuk menstabilkan pesisir di daerah Desa Timbul Sloko yang mengalami erosi parah dan menyebabkan penduduk desa tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":195,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ep_exclude_from_search":false,"editor_notices":[],"footnotes":""},"wl_issue":[],"wl_topic":[6],"wl_type":[],"class_list":["post-1930","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","wl_topic-ketahanan-pesisir"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengatasi erosi pantai dengan &quot;Hybrid Engineering&quot; - Wetlands International Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengatasi erosi pantai dengan &quot;Hybrid Engineering&quot; - Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Minggu ini kita akan melihat dimulainya pembangunan 2 struktur permeable yang bertujuan untuk melindungi Desa Timbul Sloko dari erosi. Wetlands International, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Konsultan Sipil dari Belanda Deltares akan bekerjasama untuk menstabilkan pesisir di daerah Desa Timbul Sloko yang mengalami erosi parah dan menyebabkan penduduk desa tersebut [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-09-08T19:16:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-27T12:58:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/11\/demak_3.gif\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/gif\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"wetlandsindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"wetlandsindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/\"},\"author\":{\"name\":\"wetlandsindonesia\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/bbafd66457c53a52c9cdc2acf01c91fb\"},\"headline\":\"Mengatasi erosi pantai dengan &#8220;Hybrid Engineering&#8221;\",\"datePublished\":\"2013-09-08T19:16:40+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-27T12:58:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/\"},\"wordCount\":294,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/11\/demak_3.gif\",\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/\",\"name\":\"Mengatasi erosi pantai dengan \\\"Hybrid Engineering\\\" - Wetlands International Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/11\/demak_3.gif\",\"datePublished\":\"2013-09-08T19:16:40+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-27T12:58:33+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/11\/demak_3.gif\",\"contentUrl\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/11\/demak_3.gif\",\"width\":1920,\"height\":1440},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengatasi erosi pantai dengan &#8220;Hybrid Engineering&#8221;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"description\":\"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"width\":1920,\"height\":949,\"caption\":\"Wetlands International Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/yayasanlahanbasah\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/@yayasanlahanbasah\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/bbafd66457c53a52c9cdc2acf01c91fb\",\"name\":\"wetlandsindonesia\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/author\/wetlandsindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengatasi erosi pantai dengan \"Hybrid Engineering\" - Wetlands International Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengatasi erosi pantai dengan \"Hybrid Engineering\" - Wetlands International Indonesia","og_description":"Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Minggu ini kita akan melihat dimulainya pembangunan 2 struktur permeable yang bertujuan untuk melindungi Desa Timbul Sloko dari erosi. Wetlands International, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Konsultan Sipil dari Belanda Deltares akan bekerjasama untuk menstabilkan pesisir di daerah Desa Timbul Sloko yang mengalami erosi parah dan menyebabkan penduduk desa tersebut [&hellip;]","og_url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/","og_site_name":"Wetlands International Indonesia","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","article_published_time":"2013-09-08T19:16:40+00:00","article_modified_time":"2023-09-27T12:58:33+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1440,"url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/11\/demak_3.gif","type":"image\/gif"}],"author":"wetlandsindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"wetlandsindonesia","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/"},"author":{"name":"wetlandsindonesia","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/bbafd66457c53a52c9cdc2acf01c91fb"},"headline":"Mengatasi erosi pantai dengan &#8220;Hybrid Engineering&#8221;","datePublished":"2013-09-08T19:16:40+00:00","dateModified":"2023-09-27T12:58:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/"},"wordCount":294,"publisher":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/11\/demak_3.gif","articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/","name":"Mengatasi erosi pantai dengan \"Hybrid Engineering\" - Wetlands International Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/11\/demak_3.gif","datePublished":"2013-09-08T19:16:40+00:00","dateModified":"2023-09-27T12:58:33+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#primaryimage","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/11\/demak_3.gif","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/11\/demak_3.gif","width":1920,"height":1440},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/mengatasi-erosi-pantai-dengan-hybrid-engineering\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengatasi erosi pantai dengan &#8220;Hybrid Engineering&#8221;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","name":"Wetlands International Indonesia","description":"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.","publisher":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization","name":"Wetlands International Indonesia","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","width":1920,"height":949,"caption":"Wetlands International Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","https:\/\/www.instagram.com\/yayasanlahanbasah\/","https:\/\/www.youtube.com\/@yayasanlahanbasah"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/person\/bbafd66457c53a52c9cdc2acf01c91fb","name":"wetlandsindonesia","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/author\/wetlandsindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1930"}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1930"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1930\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2517,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1930\/revisions\/2517"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/195"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"wl_issue","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_issue?post=1930"},{"taxonomy":"wl_topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_topic?post=1930"},{"taxonomy":"wl_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_type?post=1930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}