{"id":2101,"date":"2016-10-10T09:59:37","date_gmt":"2016-10-10T02:59:37","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/"},"modified":"2025-05-06T16:44:03","modified_gmt":"2025-05-06T09:44:03","slug":"mengapa-lahan-basah-penting","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/","title":{"rendered":"Mengapa lahan basah itu penting?"},"content":{"rendered":"<p>Lahan basah meliputi sebagian kecil dari permukaan bumi ini, \u00a0namun merupakan sistem yang sangat penting\u00a0 bagi alam seperti pembuluh darah bagi seluruh bentang alam. Kekayaan alamnya sangat besar dan penting untuk kehidupan manusia. Lahan basah berfungsi sebagai sumber dan pemurni air, pelindung pantai dan penyimpan karbon terbesar di planet ini. Lahan basah juga sangat penting untuk pertanian dan perikanan. Oleh karenanya dunia tanpa lahan basah seperti dunia tanpa air.<\/p>\n<h3>Lahan basah sebagai sumber\u00a0:<\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-463 alignleft\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/10\/prosperous.png\" alt=\"prosperous\" \/><strong>Kesejahteraan<\/strong><br \/>\nLahan basah seringkali dijadikan sebagai penggerak ekonomi lokal. Dengan menggunakan lahan basah secara bijaksana dan diversifikasi mata pencaharian masyarakat lokal akan memungkinkan bagi kita untuk mngurangi laju tren penurunan lahan basah, sekaligus mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.<\/p>\n<p><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-469 alignleft\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/10\/suffic.png\" alt=\"suffic\" width=\"122\" height=\"121\" \/>Mencukupi air bersih<\/strong><br \/>\nKebutuhan\u00a0akan air telah meningkat dua kali lipat lebih banyak dari laju pertambahan penduduk. Kebutuhan air untuk konsumsi manusia, pertanian dan energi semakin meningkat. Dengan meningkatkan pengelolaan air dan pemulihan lahan basah, persediaan air dapat terjaga.<\/p>\n<p><strong><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-466 alignleft\" src=\"https:\/\/www.wetlands.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/plentiful-e1452670538291.png\" alt=\"plentiful\" \/>Makanan yang melimpah<\/strong><br \/>\nDengan memperbaiki praktek pengelolaan air dan pertanian di lahan basah yang disertai\u00a0dengan mengintegrasikan pengelolaan berbasiskan lahan basah kedalam kawasan pertanian, ketahanan pangan jangka panjang dapat terjamin dan keanekaragaman hayati pun meningkat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-468 alignleft\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/10\/reduced.png\" alt=\"reduced\" width=\"117\" height=\"117\" \/><strong>Melindungi\u00a0dari bencana<\/strong><br \/>\nDampak\u00a0bencana alam maupun bencana buatan manusia semakin meningkat karena terjadinya perubahan iklim, adanya pembangunan yang tidak terencana dan semakin rusaknya kondisi lingkungan.\u00a0 90% dari bencana yang terjadi tersebut berhubungan dengan air. Untuk mengurangi kerusakan dan kehilangan akibat bencana, mengembalikan lahan basah yang hilang dan memperbaiki lahan basah yang telah rusak merupakan salha satu solusinya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-464 alignleft\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/10\/co2.png\" alt=\"co2\" \/><strong>Penyimpan karbon<\/strong><br \/>\nLahan basah merupakan salah satu penyimpan karbon permukaan (top carbon) bumi. Dengan melestarikan dan memulihkan lahan basah kita bisa mengurangi emisi karbon dan meningkatkan kemampuan kita untuk beradaptasi dengan perubahan iklim, meningkatkan keanekaragaman hayati, keatahanan air dan kesejahteraan manusia.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-465 alignleft\" src=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2016\/10\/nature.png\" alt=\"nature\" \/><strong>Keanekaragaman hayati \u00a0dan keindahan alam<\/strong><br \/>\nLahan basah\u00a0mendukung kekayaan alam yang berlimpah dan unik, tetapi keanekaragaman hayati air tawar telah menurun drastis sejak tahun 1970-an. Tindakan bersama baik individu, kelompok masyarakat, pemerintah dan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk membalikkan tren ini.<\/p>\n<h3><\/h3>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lahan basah meliputi sebagian kecil dari permukaan bumi ini, \u00a0namun merupakan sistem yang sangat penting\u00a0 bagi alam seperti pembuluh darah bagi seluruh bentang alam. Kekayaan alamnya sangat besar dan penting untuk kehidupan manusia. Lahan basah berfungsi sebagai sumber dan pemurni air, pelindung pantai dan penyimpan karbon terbesar di planet ini. Lahan basah juga sangat penting [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":141,"parent":2071,"menu_order":2,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ep_exclude_from_search":false,"editor_notices":[],"footnotes":""},"wl_issue":[],"wl_topic":[],"wl_type":[],"class_list":["post-2101","page","type-page","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengapa lahan basah itu penting? - Wetlands International Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa lahan basah itu penting? - Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lahan basah meliputi sebagian kecil dari permukaan bumi ini, \u00a0namun merupakan sistem yang sangat penting\u00a0 bagi alam seperti pembuluh darah bagi seluruh bentang alam. Kekayaan alamnya sangat besar dan penting untuk kehidupan manusia. Lahan basah berfungsi sebagai sumber dan pemurni air, pelindung pantai dan penyimpan karbon terbesar di planet ini. Lahan basah juga sangat penting [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wetlands International Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-06T09:44:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2015\/11\/sawah-petani-burung.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/\",\"name\":\"Mengapa lahan basah itu penting? - Wetlands International Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2015\/11\/sawah-petani-burung.jpg\",\"datePublished\":\"2016-10-10T02:59:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-06T09:44:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2015\/11\/sawah-petani-burung.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2015\/11\/sawah-petani-burung.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"sawah dan petani\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wetlands\",\"item\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Mengapa lahan basah itu penting?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"description\":\"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization\",\"name\":\"Wetlands International Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png\",\"width\":1920,\"height\":949,\"caption\":\"Wetlands International Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/yayasanlahanbasah\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/@yayasanlahanbasah\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa lahan basah itu penting? - Wetlands International Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengapa lahan basah itu penting? - Wetlands International Indonesia","og_description":"Lahan basah meliputi sebagian kecil dari permukaan bumi ini, \u00a0namun merupakan sistem yang sangat penting\u00a0 bagi alam seperti pembuluh darah bagi seluruh bentang alam. Kekayaan alamnya sangat besar dan penting untuk kehidupan manusia. Lahan basah berfungsi sebagai sumber dan pemurni air, pelindung pantai dan penyimpan karbon terbesar di planet ini. Lahan basah juga sangat penting [&hellip;]","og_url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/","og_site_name":"Wetlands International Indonesia","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","article_modified_time":"2025-05-06T09:44:03+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2015\/11\/sawah-petani-burung.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/","name":"Mengapa lahan basah itu penting? - Wetlands International Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2015\/11\/sawah-petani-burung.jpg","datePublished":"2016-10-10T02:59:37+00:00","dateModified":"2025-05-06T09:44:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/#primaryimage","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2015\/11\/sawah-petani-burung.jpg","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2015\/11\/sawah-petani-burung.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"sawah dan petani"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/mengapa-lahan-basah-penting\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wetlands","item":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wetlands\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Mengapa lahan basah itu penting?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#website","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","name":"Wetlands International Indonesia","description":"Menginspirasi dan memobilisasi masyarakat guna menjaga dan merestorasi lahan basah bagi manusia dan alam.","publisher":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#organization","name":"Wetlands International Indonesia","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","contentUrl":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/11\/2024\/08\/Wetlands-International-logo-RGB-High-res-Transparente.png","width":1920,"height":949,"caption":"Wetlands International Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/wetlandsinternationalindonesia\/","https:\/\/www.instagram.com\/yayasanlahanbasah\/","https:\/\/www.youtube.com\/@yayasanlahanbasah"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2101"}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2101"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3036,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2101\/revisions\/3036"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/2071"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"wl_issue","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_issue?post=2101"},{"taxonomy":"wl_topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_topic?post=2101"},{"taxonomy":"wl_type","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesia.wetlands.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wl_type?post=2101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}