Dari Desa Pesisir Kabupaten Demak Menuju Jaringan Global Untuk Perubahan: World Water Forum 2024

Home » Berita » Pesisir dan delta » Ketahanan pesisir » Dari Desa Pesisir Kabupaten Demak Menuju Jaringan Global Untuk Perubahan: World Water Forum 2024
Berita

Berawal dari kelompok tani tambak, Kelompok Barokah Timbulsloko telah berkembang menjadi bagian kekuatan global untuk melakukan perubahan, semua berkat dedikasi para anggotanya dan kekuatan transformatif dari program restorasi dan pemberdayaan masyarakat Building with Nature (BwN) Indonesia.

Perjalanan mereka dimulai dengan mimpi sederhana, yaitu mengurangi abrasi pesisir pantai di desanya yang mengancam matapencaharian dan keselamatan jiwa mereka. Dengan tekad yang kuat, mereka berpartisipasi aktif dalam upaya restorasi pesisir Demak yang difasilitasi oleh Wetlands International dan konsorsium Ecoshape.

Eksistensi dan tekad kuat mereka dalam mengatasi tantangan lokal menjadi nilai lebih dalam rangka ‘Evaluasi Kinerja dan Penguatan Kelembagaan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional Tahun 2023’, sebuah program pemerintah Indonesia untuk mendorong inisiatif berbasis komunitas dalam pengelolaan sumber daya air, yang dimotori Direktorat Jenderal Sumberdaya Air Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Melalui evaluasi tersebut, Kelompok Barokah Timbulsloko terpilih sebagai Juara Terbaik II Tingkat Nasional. Dengan prestasi tersebut telah mengantarkan Kelompok Barokah menuju forum internasional sektor air yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dunia, yaitu World Water Forum ke-10.

World Water Forum ke-10 merupakan salah satu tonggak percepatan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu akses air bersih dan sanitasi layak. Diselenggarakan pada 18-25 Mei 2024 di Nusa Dua Bali, para pemangku kepentingan internasional akan saling berkolaborasi dalam mencari solusi atas permasalahan air di dunia. Dalam forum tersebut membahas berbagai isu terkait air, diantaranya ketahanan air, sanitasi, air untuk pembangunan dan kerjasama internasional. Selain event utama, pada rangkaian forum tersebut juga diselenggarakan  side event berupa World Water Forum Fair and Expo yang menampilkan teknologi dan solusi terbaru terkait air dari berbagai perusahaan, organisasi serta produk kerajinan buatan masyarakat lokal.

Dalam forum tersebut, Kelompok Barokah Timbulsloko yang dipimpin oleh Bapak Mat Sairi mendapat kesempatan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk berpartisipasi dan memamerkan produk olahan makanan yang terinspirasi oleh kekayaan alam sumberdaya air seperti udang, srinding, bandeng, dan mangrove.

Dengan berpartisipasi dalam forum global tersebut, Kelompok Barokah Timbulsloko telah menunjukkan eksistensi dan kontribusinya bagi upaya penyelesaian isu global terkait air melalui kreatifitas dalam produk olahan sumberdaya air. Melalui produk tersebut tersimpan pesan tentang pentingnya pelestarian ekosistem sumberdaya air bagi masyarakat dan lingkungan.

Selain itu, hal tersebut turut membuka kesempatan bagi Kelompok untuk terhubung dengan individu dan organisasi, baik lokal maupun global lainnya, yang memiliki perhatian yang sama akan isu air. Melalui interaksi tersebut memungkinkan penyebaran pembelajaran dan perluasan dampak dari upaya-upaya rehabilitasi dan konservasi sumberdaya air beserta pendekatan pelibatan masyarakatnya kepada komunitas lain di seluruh dunia.

Kelompok Barokah Timbulsloko merupakan contoh cemerlang tentang keberhasilan upaya pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat akar rumput, yang disertai semangat, tekad, dan kemauan masyarakat untuk berkembang dan berdaya. Kisah ini membuat Wetlands International Indonesia merasa sangat bangga, saat menyaksikan transformasi luar biasa dari kelompok yang pernah mereka bina menjadi mercusuar harapan dan perubahan global.