Tanya jabab

Lahan basah sangat bervariasi dan bersifat dinamis: lahan basah adalah merupakan badan air tetapi juga termasuk daratan. Lahan basah terdiri dari air tawar, payau atau asin, di daratan atau pesisir, musiman atau bersifat permanen, alami atau buatan. Lahan basah adalah termasuk mangrove, rawa gambut dan rawa air tawar, sungai, danau, limpasan banjir dan hutan banjir, sawah, dan bahkan terumbu karang.

 

Mengapa penting?

 

Lahan basah adalah merupakan salah satu dari aset lingkungan yang paling penting, memiliki jumlah besar jenis-jenis tumbuhan dan satwa dibandingkan dengan wilayah lain di muka bumi. Sepanjang sejarah, mereka selalu merupakan bagian terpadu dari daya tahan hidup dan perkembangan manusia, karena mereka menyediakan air, makanan, perlindungan dan berbagai bahan.

 

Dimana lahan basah bisa ditemukan?

 

Lahan basah terdapat di berbagai negara dan wilayah iklim, dari wilayah kutub hingga ke wilayah tropis. Lahan basah tersebar di muka bumi dan mencakup areal yang lebih besar 33% dibandingkan dengan luas Amerika Serikat. Lihat peta  'Sebaran lahan basah, US Dept. of Agriculture, NRCS'.

 

Dimana saya dapat menemukan informasi yang lebih rinci mengenai lahan basah tertentu di dunia?

 

Silakan masuk ke  Ramsar Site Information service untuk informasi yang lebih rinci mengenai lahan basah tertentu.

 

Dimana saya dapat menemukan informasi mengenai lahan basah tertentu di Indonesia?

 

Masuk ke Wetland Database (WDB) untuk informasi rinci mengenai lahan basah tertentu di Indonesia.

 

Mengapa Lahan Basah berada dalam ancaman?

 

Lahan basah sangat rentan terhadap eksploitasi berlebih akibat adanya ikan, bahan bakar dan air yang berlimpah. Ketika lahan basah dianggap sebagai lahan yang tidak produktif atau marjinal, maka lahan basah kemudian akan dijadikan sebagai sasaran  untuk drainasi dan konversi. Di sisi yang lain, lahan basah juga menjadi korban terdepan akibat adanya tekanan pembangunan. Laju kehilangan dan kerusakan lahan basah semakin bertambah di seluruh bagian bumi. Tekanan terhadap lahan basah nampaknya akan semakin terus meningkat dalam beberapa dekade kedepan akibat adanya peningkatan kebutuhan global terhadap lahan dan air, serta akibat adanya perubahan iklim.

 

Lahan basah manakah yang berada dalam ancaman di Indonesia?

 

Gambut dan mangrove adalah diantara lahan basah yang mengalami kerusakan serius. Hal ini secara negatif dipengaruhi oleh mereka yang bergantung kepada keberadaan lahan basah tersebut untuk keperluan makanan, air , bahan-bahan dan perlindungan. Lebih jauh, kerusakan mereka memberikan sumbangan terhadap perubahan iklim global.

 

Apa yang terjadi dengan mangrove di Indonesia?

 

Ribuan hektar hutan mangrove, khususnya di Jawa, telah ditebangi dan dikonversi menjadi tambak untuk kegiatan budidaya perairan. Banyak diantara tambak tersebut dibangun untuk produksi udang. Setelah beberapa tahun tambak tersebut akan kehilangan produktifitasnya atau terinfeksi oleh penyakit yang menyerang udang. Tambak-tambak tersebut kemudian akan ditinggalkan . Mangrove yang sehat  akan memberikan perlindungan terhadap bahaya dari laut, sementara tambak yang telah rusak kemudian akan menempatkan wilayah pesisir menjadi sangat rentan terhadap bahaya badai dan gelombang dari laut.

 

Apa yang terjadi dengan lahan gambut di Indonesia?

Banyak lahan gambut, misalnya hutan rawa gambut di Sumatra dan Kalimantan, yang telah dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit dan akasia. Hal tersebut akan memerlukan penebangan tumbuhan hutan (baik secara legal maupun ilegal), kadang-kadang api untuk membuka lahan, serta drainase untuk menurunkan tinggi muka air. Konversi seperti ini akan menurunkan hutan rawa gambut yang sehat - rumah bagi berbagai jenis satwa yang langka dan terancam punah seperti Orang utan dan Badak Sumatra –menjadi areal perkebunan monokultur yang tidak memiliki nilai keanekaragaman Hayati. Lebih jauh lagi, lahan gambut yang normalnya menyimban karbon  kemudian setelah dikonversi akan menjadi pengemisi gas rumah kaca Karbon Dioksida yang sangat dahsyat. Pembakaran dan konversi lahan gambut memberikan sumbangan terhadap status Indonesia sebagai pengemisi karbon di dunia.

 

Berapa banyak jumlah burung air yang tercatat di Indonesia?

 

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati burung yang sangat besar dan menduduki 4 besar di seluruh dunia. Diantara jenis-jenis burung yang tercatat di Indonesia, 380 jenis diantaranya adalah merupakan burung air, yang sangat bergantung pada keberadaan lahan basah. Burung air sangat penting, baik dari sudut pandang konservasi, rekreasi maupun rantai makanan. Banyak diantara jenis-jenis tersebut telah beradaptasi terhadap kondisi lahan basah yang telah berubah drastic, melalui perilaku migrasi mereka.

 

Bagaimana, kapan dan kemana burung air bermigrasi?

 

Banyak diantara jenis-jenis burung air yang melakukan migrasi tahunan mereka sejauh ribuan kilometer antara wilayah berbiak dan wilayah non-berbiak, melalui perbatasan banyak negara dan bahkan melintasi benua. Rute migrasi mereka tersebut dikenal dengan sebutan jalur terbang (flyway). Konservasi burung air dan pengelolaan berkelanjutan memerlukan langkah koordinasi negara-negara di sepanjang jalur terbang mereka. Indonesia terletak pada jalur terbang Asia Timur – Australasia.

Apa itu lahan basah?

According to the Ramsar Convention on Wetlands; “Wetlands are areas of marsh, fen, peatland or water, whether natural or artificial, permanent or temporary, with water that is static or flowing, fresh, brackish or salt, including areas of marine water the depth of which at low tide does not exceed six metres."

Apakah Anda memiliki pertanyaan?